Temui JK, SBY Harap Demo 4 November Tak seperti Trisakti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono dalam konferensi pers menanggapi kasus menghilangnya dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) Munir Said di Kediamannya Puri Cikeas, 25 Oktober 2016. TEMPO/Kurnia Rizki

    Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono dalam konferensi pers menanggapi kasus menghilangnya dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) Munir Said di Kediamannya Puri Cikeas, 25 Oktober 2016. TEMPO/Kurnia Rizki

    TEMPO.COJakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla, Selasa malam, 1 November 2016. Pertemuan itu membahas antisipasi terhadap demonstrasi yang akan berlangsung pada Jumat, 4 November, agar tidak sampai terjadi seperti peristiwa Trisakti.

    Menggunakan Mercy hitam B-1285-RFT, SBY tiba di rumah dinas Wakil Presiden di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, pukul 19.50. Dia tampak mengenakan batik cokelat lengan pendek.

    SBY diterima di beranda rumah oleh Kalla. Pertemuan itu berlangsung secara tertutup sekitar 40 menit. Begitu pertemuan berakhir, SBY langsung menuju mobil meninggalkan kediaman Kalla tanpa memberikan keterangan kepada awak media yang ada di sana. 

    Baca: Kasus Al-Maidah 51, Polri: Ada 11 Pengaduan Terhadap Ahok

    Kalla yang kemudian memberikan penjelasan mengenai pertemuannya dengan SBY. Ia menuturkan, pertemuan yang berlangsung empat mata itu membahas antisipasi demonstrasi 4 November 2016. "Ini silaturahmi, membahas supaya kejadian satu-dua hari yang akan datang, soal 4 November dan juga pilkada, berlangsung dengan aman, baik," kata Kalla.

    Dalam kesempatan itu, kata Kalla, SBY memberi masukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi. Menurut dia, SBY melakukan ini karena didasarkan pada pengalamannya memimpin pemerintah selama sepuluh tahun dan juga di militer. 

    SBY memberi saran bagaimana koordinasi apabila timbul masalah pada 4 November nanti. "Jangan nanti terjadi seperti, katakanlah waktu itu, Trisakti," ujar Kalla.

    Baca: Bertemu SBY, Wiranto Bahas Demo 4 November

    Peristiwa Trisakti terjadi pada 12 Mei 1998. Saat itu, demonstrasi mahasiswa Universitas Trisakti, yang menginginkan reformasi Orde Baru, dihadapi aparat TNI-Polri dengan represif. Aparat menggunakan peluru tajam yang diarahkan kepada mahasiswa sehingga mengakibatkan gugurnya empat mahasiswa Trisakti.

    Selain itu, Kalla melanjutkan, SBY memberikan masukan agar masyarakat tenang menghadapi rencana demonstrasi tersebut. 

    Berbagai elemen umat Islam berencana menggelar aksi demonstrasi pada Jumat, 4 November 2016. Ini dilakukan untuk menuntut proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dianggap menistakan agama terkait dengan surat Al-Maidah ayat 51.

    AMIRULLAH

    Baca juga:
    Sandiaga Klaim Harga 4 Mobilnya di Bawah Rp 300 Juta
    Polytron Luncurkan Ponsel Premium Prime 7S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.