Prabowo ke Kantor PKS, Bahas Demo 4 November atau Pilkada?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman menyambut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kantor DPP PKS, Jakarta, 1 November 2016. TEMPO/Arkhelaus W

    Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman menyambut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kantor DPP PKS, Jakarta, 1 November 2016. TEMPO/Arkhelaus W

    TEMPO.COJakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendatangi kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera. Prabowo, yang mengenakan safari putih, datang pukul 21.00, Selasa, 1 November 2016, dan disambut Presiden PKS Sohibul Iman. Diperkirakan pertemuan itu untuk membahas situasi politik terkini, baik rencana demo 4 November maupun pilkada, karena Gerindra dan PKS berduet mengusung Anies-Sandiaga.

    Sohibul mengatakan pertemuan ini adalah pertemuan rutin antara dirinya dan Prabowo. "Ini pertemuan rutin, jadi kami sering mengadakan pertemuan dengan Pak Prabowo. Kita santai saja, ini pertemuan rutin dengan beliau," kata Sohibul di kantor DPP PKS di Jalan T.B. Simatupang Nomor 84, Jakarta. Ikut mendampingi Prabowo, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani.

    Prabowo tak banyak bicara saat datang. Ketika ditanya wartawan terkait dengan waktu pertemuan tersebut, Prabowo berseloroh, "Pertemuan kami bakal lima jam." 

    Ketika ditanya apakah pertemuan tersebut membahas pemenangan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017, Ketua Umum Partai Gerindra ini hanya menjawab, "Iya."

    Namun, ketika ditanya apakah kedatangannya terkait dengan aksi demonstrasi anti-Ahok dari beberapa organisasi masyarakat pada 4 November 2016, Prabowo dan Shohibul langsung masuk ke dalam lift. "Nanti akan diberi waktu," ujar Shohibul.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.