Konflik Organisasi, Rumah Sakit Muhammadiyah Dijaga Pendekar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengurus Wilayah Muhammadiyah mengumumkan untuk mengambil alih pengelolaan RS Muhammadiyah Kediri dan mengerahkan pendekar Tapak Suci untuk menjaga RS. TEMPO/Hari Tri Wasono

    Pengurus Wilayah Muhammadiyah mengumumkan untuk mengambil alih pengelolaan RS Muhammadiyah Kediri dan mengerahkan pendekar Tapak Suci untuk menjaga RS. TEMPO/Hari Tri Wasono

    TEMPO.CO, Kediri - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur mengerahkan sejumlah pendekar untuk mengamankan Rumah Sakit Ahmad Dahlan di Kediri. Pengerahan pendekar ini dilakukan karena adaya teror terhadap para dokter akibat konflik internal mengenai pengangkatan direktur rumah sakit.

    Corporate Lawyer jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah Jawa Timur, Masbuqin mengatakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur memutuskan mengirimkan pendekar Tapak Suci untuk menjaga keamanan operasional Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Ahmad Dahlan. Penjagaan oleh para pendekar ini dilakukan sejak 27 Oktober 2016 hingga situasi dinyatakan kondusif.

    “Kami ingin menjamin keamanan seluruh dokter, pegawai, dan pasien di rumah sakit ini,” kata Masbuqin dalam jumpa pers di lantai tiga RSM Ahmad Dahlan, Senin 1 November 2016.

    Baca juga:
    Resto Ini Gratiskan Wi-Fi jika Bisa Jawab Soal Matematikanya
    Sering Bertengkar dengan Pasangan, Mungkin Ini Penyebabnya

    Didampingi sejumlah pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Masbuqin mengatakan beberapa waktu terakhir telah terjadi teror terhadap dokter dan pegawai rumah sakit oleh sejumlah pendekar Tapak Suci yang digerakkan oknum pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri. Mereka bahkan sempat menduduki rumah sakit dan melakukan razia terhadap para dokter dan pegawai yang dianggap tidak loyal terhadap PDM Kota Kediri.

    Teror pada 24 Oktober 2016 itu, kata Masbuqin, sempat memicu kepanikan para pasien dan tenaga medis. Selain menduduki halaman parkir rumah sakit, para pendekar ini juga memeriksa satu per satu ruangan rumah sakit dan menyegel ruang direktur. “Mereka berhasil dihalau Kapolres setelah kami laporkan,” kata Masbuqin.

    Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Tamhid Masyhudi menjelaskan konflik ini dipicu pemberhentian Ketua dan anggota PDM Kota Kediri periode 2015–2020 yang dipimpin Fauzan dan Sekretaris Ali Mursidi oleh PWM Jawa Timur. Pemberhentian ini dilakukan lantaran kegagalan PDM Kota Kediri bekerjasama dengan manajemen Rumah Sakit Ahmad Dahlan. Selanjutnya pimpinan wilayah mengangkat pelaksana tugas PDM Kota Kediri untuk penyelamatan RS Ahmad Dahlan.

    Baca juga:
    Bertemu Jokowi, Ini Saran PBNU untuk Tangani Demo 4 November
    10 Kesalahan yang Bikin Gagal Mencari Pekerjaan

    Meski tak bersedia menjelaskan secara rinci konflik internal itu, namun Tamhid mengatakan telah menerjunkan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) untuk mengamankan rumah sakit. Mereka disebar di lingkungan rumah sakit dengan menanggalkan seragam doreng. “Ïni untuk menghindari kesan angker terhadap pasien,” kata Tamhid yang menyatakan siap menghadapi ancaman apapun, termasuk pendekar Tapak Suci yang dikerahkan oknum PDM setempat.

    Untuk selanjutnya, pengelolaan RS Ahmad Dahlan akan diambil alih Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jawa Timur hingga situasi dinyatakan kondusif. Ke depan, pengelolaan rumah sakit ini akan dikembalikan lagi kepada PDM Kota Kediri.

    Direktur RSM Ahmad Dahlan Erika Widayanti Lestari menjamin pelayanan rumah sakit yang menerima pasien BPJS ini tak akan terganggu akibat konflik organisasi ini. Siang tadi, seluruh dokter dan tenaga medis dikumpulkan untuk tetap menjaga kelangsungan layanan kesehatan. “Kami pastikan seluruh pelayanan kesehatan tetap berjalan normal.”

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.