Polisi: Demo 4 November Kemungkinan Tak Sampai Jawa Timur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang peserta aksi yang tergabung dalam Indonesia Bergerak membubuhkan tanda tangan saat aksi demonstrasi Cap Jempol Darah Tolak Ahok di Bundaran Patung Kuda, Monas, Jakarta, 22 September 2016. Mereka menganggap bahwa kepemimpinan Ahok minus etika serta selalu menimbulkan konflik. TEMPO/Nurdiansah

    Seorang peserta aksi yang tergabung dalam Indonesia Bergerak membubuhkan tanda tangan saat aksi demonstrasi Cap Jempol Darah Tolak Ahok di Bundaran Patung Kuda, Monas, Jakarta, 22 September 2016. Mereka menganggap bahwa kepemimpinan Ahok minus etika serta selalu menimbulkan konflik. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COSurabaya - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Prabowo Argo Yuwono mengatakan unjuk rasa gabungan organisasi masyarakat Islam di Jakarta, 4 November 2016, kemungkinan tidak sampai merembet ke Jawa Timur. "Sejauh ini belum ada surat pemberitahuan demo yang masuk ke kami," kata Argo kepada Tempo, Selasa, 1 November 2016.

    Sejauh ini, surat pemberitahuan demonstrasi yang telah diterimanya hanya dari sejumlah organisasi buruh. Termasuk unjuk rasa hari ini yang dilakukan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia di depan kantor Gubernur Jawa Timur. Meski demikian, Polda Jawa Timur tetap mengantisipasi bila sewaktu-waktu ada unjuk rasa pada 4 November 2016. "Kami selalu siap," ujarnya.

    Unjuk rasa 4 November akan diikuti sekitar 500 ribu orang. Unjuk rasa itu dilakukan sebagai buntut ucapan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dianggap menistakan Islam dengan mengutip Al-Quran Surat Al-Maidah ayat ke-51 saat berada di Kepulauan Seribu.

    Polisi menyatakan Jakarta dalam keadaan siaga 1. Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan mengatakan telah menyiapkan hampir 20 ribu personel untuk mengamankan Ibu Kota sehubungan dengan rencana unjuk rasa itu. Personel yang disiapkan merupakan gabungan antara Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya.

    Sebelumnya, dikabarkan sebanyak 5.630 personel Brigade Mobil gabungan dari sejumlah polda disiapkan untuk mengamankan Jakarta. Sistem pengamanannya akan dibagi dalam tujuh wilayah, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bandara Soekarno-Hatta, dan personel siaga.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.