MUI Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Isu Penistaan Agama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MUI  Pusat KH Ma'ruf Amin menyampaikan keterangan dalam konferensi pers usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana, 1 November 2016. TEMPO/Istman MP

    Ketua MUI Pusat KH Ma'ruf Amin menyampaikan keterangan dalam konferensi pers usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana, 1 November 2016. TEMPO/Istman MP

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi isu penistaan agama yang menyeret calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia meminta publik tetap tenang dan menyerahkan pengusutan kasus itu kepada kepolisian. Apalagi hal itu diyakini sebagai pemicu demo besar Front Pembela Islam pada Jumat, 4 November 2016.

    "Kami sudah beri imbauan, pokoknya tetap tenang dan jangan terprovokasi," ucap Ma'ruf saat dicegat awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 1 November 2016.

    Sebagaimana diketahui, Ahok tengah menjadi sorotan karena pernyataannya yang mengutip Surat Al-Maidah dalam kunjungannya ke Kepulauan Seribu pada September lalu dianggap salah. Hal itu memicu efek berantai, mulai keluarnya surat peringatan dari MUI, pelaporan Ahok ke kepolisian, hingga demo besar yang akan berlangsung Jumat nanti.

    Demo besar Jumat nanti digerakkan FPI. Mereka menyebut demo itu untuk mendorong kepolisian menghukum Ahok. Ahok mereka yakini bersalah dan bahkan menistakan agama Islam dalam kejadian di Kepulauan Seribu, September lalu.

    Adapun hari ini Presiden Joko Widodo mengumpulkan para pemuka agama Islam, termasuk Ma'ruf, untuk membahas ancaman demo besar itu. Presiden mengaku membutuhkan nasihat sejuk dan mendamaikan demi memastikan demo besar nanti tidak berujung kerusuhan.

    Ma'ruf menuturkan sesungguhnya MUI tidak menghendaki adanya demo besar terkait dengan isu penistaan agama oleh Ahok. Namun, karena Presiden mengatakan itu adalah hak setiap warga negara, dia hanya bisa mengimbau agar muslim tidak perlu ikut demo.

    "Kalau Presiden Joko Widodo tidak melarang, ya masak MUI malah melarang," ujar Ma'ruf.

    Ditanyai, akan memberikan masukan apa kepada Presiden dalam pertemuan hari ini, Ma'ruf mengaku akan meminta pemerintah mendorong penyelesaian perkara Ahok di kepolisian. Sebabnya, hal itu yang diyakini sebagai pemicu demo besar nanti.

    "Kalau MUI, ya sudah, disegerakan penyelesaiannya. Cuma kan ada prosedur yang harus dipenuhi. Nah, mungkin massa mikir itu lambat sekali," ucapnya.

    ISTMAN M.P.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.