Kumpulkan Pemuka Agama, Jokowi Harapkan Nasihat yang Sejuk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberikan pertanyaan kepada seorang anak pesert acara buka bersama di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 28 Juni 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Presiden Jokowi memberikan pertanyaan kepada seorang anak pesert acara buka bersama di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 28 Juni 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang demo besar Front Pembela Islam di depan Istana Kepresidenan pada Jumat, 4 November 2016, Presiden Joko Widodo mengumpulkan para pemuka agama dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Majelis Ulama Indonesia. Presiden Joko Widodo mengaku mencari nasihat dari pertemuan ini.

    "Nasihat yang penuh kesejukan sedang dinanti-nanti saat ini," ucap Presiden saat membuka pertemuan yang digelar di Istana Kepresidenan tersebut, Selasa, 1 November 2016.

    Presiden Jokowi berujar, ia tak hanya meminta nasihat yang sejuk, tapi juga mampu menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia. Apalagi Organisasi Kerja Sama (Negara) Islam sudah menganggap Indonesia sebagai negara yang berhasil menjaga kerukunan antarumat beragama atau antar-pemuka agama.

    "Berani mengambil sikap. Nilai-nilai Islam dan keindonesiaan bukan untuk dipertentangkan," ujar Jokowi.

    Demo besar pada 4 November nanti digerakkan Front Pembela Islam. Mereka menggelar demo itu dengan tujuan meminta calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, dihukum terkait dengan ucapannya tentang Surat Al-Maidah di Kepulauan Seribu pada September lalu. Pria yang kerap dipanggil Ahok itu diduga telah menistakan agama Islam.

    Ahok telah dilaporkan ke Markas Besar Kepolisian RI terkait dengan ucapannya itu. Namun prosesnya hingga kini belum menunjuk perkembangan berarti. FPI ingin perkara itu segera diselesaikan dengan keyakinan mereka bahwa Ahok bersalah.

    ISTMAN M.P.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.