9 Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian saat memimpin pelantikan Wakapolri yang baru di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, 10 September 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian saat memimpin pelantikan Wakapolri yang baru di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, 10 September 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal M. Tito Karnavian memimpin upacara kenaikan pangkat sembilan perwira tinggi Polri di ruang rapat utama Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 1 November 2016. Mereka adalah pejabat kepolisian dan kepala kepolisian daerah yang baru-baru ini berpindah jabatan.

    Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri Inspektur Jenderal Lutfi Lubihanto naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal. Dia dilantik sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan pada 12 Oktober 2016.

    Dua polisi berpangkat brigadir jenderal naik pangkat ke inspektur jenderal. Mereka adalah Kepala Divisi Hukum Polri, Inspektur Jenderal Raja Erizman, dan Inspektur Jenderal Remigius Sigid Tri Hardjanto. Remigius Sigid adalah Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian atau STIK.

    Ada pula polisi berpangkat komisaris besar yang kini berpangkat brigadir jenderal, yaitu Brigadir Jenderal M. Syahrir, Kepala Biro Teknologi Informasi Divisi Teknologi Informasi Polri. Berikutnya adalah Widya Iswara Madya Sekolah Pimpinan Polri Brigadir Jenderal Baharudin Djafar, Kepala Biro Binopsnal Polri Brigradir Jenderal Eddy Sumintro Tambunan, dan Kepala Polda Banten Brigadir Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    Ada juga Direktur Diseminasi Informasi Deputi Bidang Pencegahan BNN Brigadir Jenderal Suprayitno serta Brigadir Jenderal Abdul Hasyim Gani yang ditugaskan ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.