Keuangan Defisit, 14 Guru Berprestasi Batal Umrah Gratis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah jemaah haji asal Arab Saudi melemparkan batu dalam kegiatan lempar jumrah saat ibadah haji di Mina, Arab Saudi, 12 September 2016. AP/Nariman El-Mofty

    Sejumlah jemaah haji asal Arab Saudi melemparkan batu dalam kegiatan lempar jumrah saat ibadah haji di Mina, Arab Saudi, 12 September 2016. AP/Nariman El-Mofty

    TEMPO.CO, Baturaja - Sebanyak 14 orang guru berprestasi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, tertunda mendapatkan program umrah gratis, karena keuangan pemerintah setempat mengalami defisit.

    Program umrah gratis dari Pemkab OKU itu tidak hanya dialami oleh 14 orang guru bertrestasi, tetapi juga dirasakan bagi masyarakat kurang mampu, kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan OKU, Paranto di Baturaja, Senin.

    "Jadi pelaksanaan ibadah umrah tahun ini bagi para guru berprestasi dan warga kurang mampu yang didanai pemerintah harus tertunda hingga batas waktu belum ditentukan," katanya.

    Sementara, salah seorang guru yang dijadwalkan mendapat kesempatan ibadah umroh tahun ini menyatakan kekecewaannya, karena batal berangkat terkait dengan defisit anggaran Pemkab OKU.

    Menurut Paranto, pembatalan ibadah umrah gratis tersebut dilakukan dengan berat hati karena keuangan Kabupaten OKU yang sedang defisit. Dengan demikian, program umrah gratis ditiadakan tahun ini.

    "Ada 14 guru yang batal berangkat umrah tahun ini imbas dari defisit keuangan OKU," katanya.

    Paranto menyatakan, belum bisa memastikan kapan para guru berprestasi tersebut akan berangkat umroh.

    Ia menambahkan, kendati demikian pada 2017 program umrah bagi 14 guru berprestasi akan kembali diajukan.

    "Dana untuk umrah 14 orang guru tersebut sebesar Rp420 juta, dengan ketentuan masing-masing guru dianggarkan sebesar Rp 30 juta," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.