Ini Tanggapan Jokowi Terkait Kasus Dahlan Iskan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan (kiri) bergegas seusai diperiksa terkait kasus korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, 27 Oktober 2016. Dahlan menjadi tersangka penjualan aset saat menjabat Direktur Utama PT PWU. ANTARA/Umarul Faruq

    Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan (kiri) bergegas seusai diperiksa terkait kasus korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, 27 Oktober 2016. Dahlan menjadi tersangka penjualan aset saat menjabat Direktur Utama PT PWU. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo bertemu dengan 35 pemimpin redaksi media di Istana Merdeka, Jakarta. Pemimpin redaksi Majalah Tempo, Arif Zulkifli, hadir dalam pertemuan tersebut. Dalam pertemuan itu, Presiden ditanya tentang persoalan hukum yang menjerat mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan.

    Presiden menegaskan, tidak akan mengintervensi kasus Dahlan. "Kalau saya intervensi kasusnya, nanti rame lagi," kata Jokowi, sapaan Joko Widodo, dalam resume hasil pertemuan di Jakarta, Senin, 31 Oktober 2016.

    Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai tersangka dan langsung menahannya pada Kamis, 27 Oktober 2016. Dahlan ditahan terkait dengan penjualan 33 aset PT Panca Wira Usaha (PWU) yang diduga bermasalah dan nilai jualnya terlalu murah.

    Menurut asisten intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Edy Birton, Dahlan ditetapkan sebagai tersangka karena mengetahui dan menandatangani penjualan 33 aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur itu. Dahlan dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1.

    ARIF ZULKIFLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.