Pengacara Dimas Kanjeng Terjerat Kasus Narkoba  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Narkoba atau methylamphetamine. Getty Images

    Ilustrasi Narkoba atau methylamphetamine. Getty Images

    TEMPO.CO, Surabaya - Satuan Reskoba Polrestabes Surabaya menggerebek Andi Faisal, 35 tahun, warga Jalan Cemara Pasuruan, yang merupakan pengacara Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat pesta narkoba di sebuah hotel di Surabaya, Rabu, 26 Oktober 2016 lalu.

    "Awalnya, ada informasi yang diterima anggota bahwa di Hotel I di Surabaya ada pesta narkoba pada Rabu, 26 Oktober lalu," kata Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya Komisaris Anton Prasetyo di Mapolrestabes, Senin, 31 Oktober 2016.

    Anton menjelaskan, setelah petugas melakukan penyelidikan, ternyata tersangka sudah berpindah ke sebuah hotel di Jalan Jemursari. Setelah itu, polisi membuntuti tersangka dan menyewa kamar di hotel tersebut. Saat Andi Faisal keluar dari kamar 316, polisi segera menangkapnya. "Kami geledah kamarnya dan masih terdapat pipet yang ada sisa sabu, bong, korek api serta sumbu," tutur dia.

    Anton mengatakan tersangka Andi mengaku baru saja berpesta sabu bersama seorang temannya berinisial AA, 28 tahun, warga Jalan Lomorianta Makassar. Dirinya juga membenarkan bahwa tersangka Andi merupakan pengacara yang tinggal di Pasuruan dan ke Surabaya dalam rangka mendampingi klien.

    "Menurut informasi klien tersangka bernama Taat Pribadi. Tersangka kurang lebih sudah satu tahun menggunakan barang tersebut, dan dia kecanduan," tuturnya.

    Anton mengatakan pengacara Dimas Kanjeng Taat Pribadi hanya pengguna, bukan pengedar. Menurut dia, dari keterangan yang bersangkutan, barang tersebut didapat dari Pasuruan. Namun polisi masih mengembangkan keterangan itu. "Sementara berdasarkan barang bukti dan pengakuan tersangka, yang ditemukan hanya sabu," ujarnya.

    Dari tangan tersangka, polisi menyita tujuh telepon genggam dan satu pipet kaca yang masih terdapat sisa sabu seberat 1,18 gram.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.