Bea Cukai Tumpas Penyelundup Bawang Ilegal di Sumut  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Produk pertanian sebanyak sembilan ton itu berasal dari Malaysia.

    Produk pertanian sebanyak sembilan ton itu berasal dari Malaysia.

    INFO NASIONAL - Petugas patroli laut Bea Cukai Teluk Nibung kembali berhasil menegah aksi penyelundupan tiga kapal nelayan bermuatan bawang merah ilegal di perairan Asahan, Sumatera Utara, Selasa, 25 Oktober 2016. Kapal tanpa nama itu membawa hasil pertanian tanpa dilengkapi surat izin impor dari Malaysia ke Indonesia.

    Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi menceritakan, penegahan tersebut berawal dari penyisiran petugas di perairan Tambun Tulang dan Sungai Baru. Di sana terlihat aman-aman saja, tidak ditemukan satu kegiatan pun yang terindikasi pelanggaran.

    Kemudian, petugas melanjutkan penyisiran ke perairan Sungai Asahan dan menemukan tiga kapal mencurigakan, lalu menghampiri untuk melakukan pemeriksaan. Saat diperiksa, satu kapal kabur, sementara dua kapal lainnya dikandaskan dan semua anak buah kapal (ABK) melarikan diri.

    “Hasilnya, dalam dua kapal itu petugas menemukan beberapa karung bawang merah. Setelah itu, petugas mengejar satu kapal yang melarikan diri dan tertangkap di Sungai Tempurung, Asahan,” kata Heru.

    Selanjutnya, menurut dia, ketiga kapal tersebut digiring menuju Pelabuhan Pelindo Teluk Nibung untuk dilakukan proses lebih lanjut. Setelah pemeriksaan dan pencacahan, diketahui bawang merah ilegal tersebut berjumlah sembilan ton. “Barang bukti langsung diamankan di gudang TPP Bagan Asahan,” ucapnya. (*) 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.