Artup Festival Soal Sampah Asal Korsel Dihelat di Bandung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rae Lin memungut puing-puing sisa pembakaran instalasi seni

    Rae Lin memungut puing-puing sisa pembakaran instalasi seni "Man" dalam festival seni tahunan Burning Man di Gurun Black Rock Desert, Nevada, 3 September 2016. REUTERS/Jim Urquhart

    TEMPO.CO, Bandung - Greeneration Foundation Indonesia menghelat Artup Festival pada 28-30 Oktober 2016 di Bandung. Festival yang mengadopsi acara serupa dari Korea Selatan itu mengenalkan pengelolaan aneka sampah menjadi benda dengan fungsi baru. Dengan mengusung tema “Sampah Bisa Jadi Karya”, festival ini melibatkan sejumlah seniman, seperti Tisna Sanjaya, Henryette Louise, dan mahasiswa seni berbagai kampus.

    Salah seorang panitia acara, Muhammad Ghifari Dwi Respati, mengatakan festival ini awalnya digelar organisasi seni asal Korea Selatan, yaitu Weenu sejak 2012 di Seoul. Di sana, konsepnya para seniman berkompetisi membuat instalasi karya dari barang bekas konsumsi secara langsung dan serentak selama 30 jam tanpa henti. “Di Bandung juga ada pembuatan karya seni dari sampah selama 30 jam,” katanya, Sabtu, 29 Oktober 2016.

    Karya seni peserta dalam festival tersebut merupakan hasil kurasi dan seleksi. Hingga akhirnya dipilih empat tim, di antaranya, mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, Universitas Parahyangan, dan Institut Teknologi Nasional, serta satu tim lain berasal dari SMA Semi Palar. “Semua karya dibuat dan dipajang di lokasi acara,” katanya. Artup Festival 2016 dipusatkan di Cikapundung Riverspot, samping Gedung Merdeka, Bandung.

    Dengan kegiatan art cycling atau mengolah limbah menjadi barang seni, acara tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi bagi masyarakat. Pada sesi beberapa pelatihan, pengunjung dan peserta acara diajak membuat balok-balok dari kardus bekas. “Sampah bisa dibikin sesuatu yang bernilai lebih,” kata Ghifari.

    Selain itu, ada seminar yang membahas dan mengenalkan konsep Circular Economy. Konsep global itu mengarahkan sistem ekonomi kepada bahan atau material yang tidak harus dibuang, melainkan bisa dimanfaatkan dari hulu ke hilir. Semua benda akan dirancang dan dibuat dengan konsep penggunaan kembali sehingga sistem ekonomi dan lingkungan dapat saling mendukung dan kegiatan ekonomi tidak berdampak atau memiliki dampak kecil pada alam.

    Festival yang pertama kali diadakan di Bekasi, Jawa Barat, pada 2015 itu rencananya akan berlanjut di berbagai kota.

    Anwar Siswadi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.