Arak-arakan Bendera Menjelang Sidang Umum Interpol Ke-85  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menghadiri parade 'Road to 58'th Interpol General Assembly' di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 30 Oktober 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menghadiri parade 'Road to 58'th Interpol General Assembly' di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 30 Oktober 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sidang umum Polisi Internasional (Interpol) Ke-58 dibuka dengan parade bendera negara anggota forum tersebut. Pertemuan antara badan kepolisian dari 200 negara itu akan diadakan di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, pada 7-10 November 2016.

    Dari pantauan Tempo, bendera negara peserta sidang umum Interpol tersebut dibawa oleh mantan anggota pasukan pengibar bendera pusaka (purna paskibraka), diiringi long march dari halaman Monumen Nasional menuju Bundaran Hotel Indonesia. Jakarta Pusat.

    Parade bendera yang dimulai sekitar pukul 06.30 WIB, Minggu, 30 Oktober 2016, itu diiringi pertunjukan marching band dan aksi paralayang motor oleh Kepolisian RI.

    Kegiatan menyambut sidang Interpol yang mengusung tema “Setting a Global Roadmap for International Policing” itu rencananya akan dihadiri Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan perwakilan Kementerian Luar Negeri.

    Dalam forum global itu, Indonesia diberi kesempatan menghadirkan dua pembicara, yakni Tito yang akan membahas isu keamanan, yakni deradikalisasi, dan Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang akan membahas isu kemaritiman.

    Tito, setelah menghadiri hari ulang tahun Royal Thai Police ke-102 di Bangkok, Thailand, pertengahan Oktober lalu, sempat menekankan bahwa sidang umum Interpol merupakan kesempatan emas untuk membangun kekuatan bersama seluruh kepolisian dunia dalam mengatasi kejahatan lintas negara.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.