Terancam Dipecat Demokrat, Ruhut Mengaku Ditawari 7 Partai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi Politisi Partai Demokrat dan juga Anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul setibanya di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan, Jakarta, Rabu (12/3). KPK kembali memanggil Ruhut sebagai saksi atas kasus gratifikasi proses perencanaan proyek Hambalang, Bogor, Jawa Barat. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Aksi Politisi Partai Demokrat dan juga Anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul setibanya di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan, Jakarta, Rabu (12/3). KPK kembali memanggil Ruhut sebagai saksi atas kasus gratifikasi proses perencanaan proyek Hambalang, Bogor, Jawa Barat. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan ada tujuh partai yang menawarinya untuk bergabung. Tawaran itu berkaitan dengan posisinya yang terancam dipecat Partai Demokrat setelah dia memilih mendukung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam pemilihan kepala daerah Jakarta, bertentangan dengan partai yang mencalonkan Agus Yudhoyono.

    "Aku gak enak ngomongnya, tebaklah mana partai itu," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 28 Oktober 2016.

    Meski mendapat tawaran, Ruhut menegaskan tetap ingin menjadi kader Partai Demokrat. "Demokrat bukan partaiku yang pertama, tapi yang terakhir," ucapnya.

    Ia bahkan mengultimatum kepada kader-kader Demokrat lainnya agar tidak mengganggu keanggotaannya di partai. Menurut Ruhut yang bisa memecat dia hanyalah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

    Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Deny Kailimang mengatakan pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi agar DPP Partai Demokrat memecat Ruhut. Alasannya Ruhut dinilai telah melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai.

    Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo menambahkan, pemecatan Ruhut tinggal menunggu momen yang tepat. Menurut dia, SBY pasti akan mengikuti rekomendasi dari Dewan Kehormatan.

    Ruhut menantang bila Demokrat benar-benar hendak memecatnya. Ruhut menganggap bukan sebuah masalah bila ia benar-benar dipecat oleh partai yang didirikan SBY itu.

    Menurut anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat ini, ia akan menjadi tokoh independen karena masih banyak rakyat yang senang pada dirinya. "Kalau aku dipecat, hati-hati partai yang memecat. Ruhut, loh. Oplahnya gede," ucapnya.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.