Warga Bangka Belitung Demo Anti-Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Islam dari berbagai organisasi melakukan unjuk rasa terkait pernyataan Gubernur Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok di Bandung, 21 Oktober 2016. Mereka menuntut aparat untuk segera mengusut kasus tersebut ke ranah hukum. TEMPO/Prima Mulia

    Umat Islam dari berbagai organisasi melakukan unjuk rasa terkait pernyataan Gubernur Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok di Bandung, 21 Oktober 2016. Mereka menuntut aparat untuk segera mengusut kasus tersebut ke ranah hukum. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Pangkalpinang - Sekelompok muslim di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berunjuk rasa mendesak kepolisian menangkap Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama paling lambat 4 November 2016.

    "Kalau lewat 4 November Ahok belum ditangkap, kami akan melakukan aksi lagi dan berangkat ke Jakarta dan bergabung dengan umat Islam di sana untuk menangkap Ahok," ucap Ketua Majelis Pecinta Islam (MPI) Bangka Belitung Fakhrurozi Irfan dalam orasinya di depan Markas Kepolisian Daerah Bangka Belitung, Jumat, 28 Oktober 2016.

    Menurut Fakhrurozi, pernyataan Ahok terkait dengan Surat Al-Maidah ayat 51 merupakan pelecehan dan penghinaan besar terhadap kitab suci Al-Quran. Atas dasar itulah, Ahok harus diproses secara hukum dan ditangkap.

    "Aksi kita ini tidak ada kaitannya dengan pilkada atau politik lain. Kami hanya ingin Ahok segera ditangkap atas pelecehan ayat suci Al-Quran," ujarnya.

    Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bangka Belitung, M. Benny Adzan, menuturkan apa yang dilakukan Ahok adalah hal yang tidak bisa diterima mengingat Ahok secara sadar telah menyatakan orang tidak memilihnya karena dasar Surat Al-Maidah ayat 51 telah dibodohi. Untuk itu, Ahok harus ditangkap atas pernyataannya itu.

    "Bila merujuk Pasal 156a KUHP dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1965, perbuatan Ahok ini secara sah dan meyakinkan telah melanggar. Polisi harus profesional dalam penegakan hukum serta bebas dari tekanan politik dan intervensi pihak yang mengatakan tuntutan tangkap Ahok bermuatan politik. Ini tidak ada kaitannya dengan politik," ucapnya.

    Direktur Pembinaan Masyarakat Kepolisian Daerah Bangka Belitung Komisaris Besar Badyia Wijaya di depan pengunjuk rasa menuturkan kasus Ahok saat ini sedang tahap penyelidikan oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian RI.

    "Berikan kepercayaan kepada Polri dalam menangani kasus ini. Setiap aspirasi akan kita respons. Kasus ini sendiri sedang dalam proses penyelidikan di Bareskrim," katanya.

    SERVIO MARANDA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.