Cegah Banjir, Ridwan Kamil Akan Bongkar Area Hotel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil bermain catur bersama mantan Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda di Balaikota, Bandung, Jawa Barat, 19 Agustus 2016. Sebelumnya, Ayi sempat mengkritik Emil yang dianggap tidak humanis karena lebih sering menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dengan warga. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil bermain catur bersama mantan Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda di Balaikota, Bandung, Jawa Barat, 19 Agustus 2016. Sebelumnya, Ayi sempat mengkritik Emil yang dianggap tidak humanis karena lebih sering menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dengan warga. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COBandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan akan memulai pembongkaran sejumlah bagian bangunan untuk mencegah banjir di Jalan Pasteur. Pembongkaran akan dilakukan di 2 area hotel, 2 kantor, dan 15 rumah. “Itu mempersempit air sampai 50 persen. Kita bongkar saja, sikat,” katanya di Bandung, Kamis, 27 Oktober 2016. 

    Wali Kota mengatakan pembongkaran bangunan itu akan disusul pembangunan tol air. “(Akan) ada tol air di Gedebage, mau dipasang di situ,” ujarnya. 

    Selain itu, terhitung 1 November 2016, Wali Kota akan memulai larangan penggunaan styrofoam. “Yang bikin banjir itu cuma dua: styrofoam dan (kantong) kresek,” ucapnya.

    Ia mengklaim sudah menyiapkan pengganti styrofoam. “Alternatifnya pakai karton. Ada yang pakai daun pisang.” 

    Dia mengaku telah bertemu dengan produsen mi instan yang bersiap mengganti kemasan styrofoam dengan karton. “Secara nasional akan mengubah styrofoam menjadi karton, oke.” 

    Ridwan mengatakan soal sampah di sungai juga tengah dibenahi. “Sedang kami percepat.” 

    Program “Gerebeg Sampah”, kata Wali Kota, dimaksudkan untuk menangkap pembuang sampah di sungai. Tujuannya mengurangi sampah. Program itu akan menangkap pembuang sampah, lalu foto wajahnya dicetak di spanduk yang akan dipasang di sungai tempat sampah itu dibuang. “Ini mengurangi luar biasa. Kenapa? Karena orang Indonesia lebih takut hukuman sosial daripada hukuman denda atau badan.”

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.