Ayahanda Kapolri Tito Meninggal Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal M. Tito Karnavian menjawab pertanyaan wartawan seusai menghadiri Hari Jadi Polwan ke-68 di halaman parkir Polda Metro Jaya, 28 Agustus 2016. Tempo/Rezki A.

    Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal M. Tito Karnavian menjawab pertanyaan wartawan seusai menghadiri Hari Jadi Polwan ke-68 di halaman parkir Polda Metro Jaya, 28 Agustus 2016. Tempo/Rezki A.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ayah Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian, Achmad Saleh, meninggal dunia sore ini, Kamis, 27 Oktober 2016. Achmad meninggal pukul 16.00 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo, Jakarta.

    Kepala Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto mengatakan Kapolri sudah berada di RSCM. "Jenazah akan diberangkatkan ke Palembang," ujar dia ketika dihubungi.

    Agus tidak menjelaskan penyebab ayah Tito meninggal. Namun dia menyatakan Achmad sudah berusia lanjut dan meninggal karena penyakit.

    Achmad memang tinggal di Palembang, Sumatera Selatan, dan merupakan wartawan senior. Profesi di bidang jurnalistik menjadi salah satu sumber penghasilannya untuk membiayai Tito bersekolah hingga meraih jabatan tertinggi di kepolisian.

    Pada 17 Juni 2016, Achmad menceritakan tentang pekerjaannya. Dia menggeluti dunia kewartawanan sejak awal 1960-an di RRI. Selanjutnya, ia membidani pendirian koran Ekonomi Pembangunan, Pelita, dan koran Angkatan Bersenjata edisi Sriwijaya. "Saya pernah mendirikan koran terbitan Palembang," katanya saat ditemui di kediamannya di Jalan Sambu, Palembang. "Saya anggota seumur hidup PWI."

    YOHANES PASKALIS

    Baca Juga:
    Ayahanda Menteri Retno Meninggal Dunia
    Anggota TPF Munir Ini Minta Jokowi Ganti Jaksa Agung Jika...
    Jessica Dibui 20 Tahun, Otto: Lonceng Kematian bagi Keadilan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.