Sepeda Motor Diledakkan di Tempat Hiburan Yogyakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ledakan. (zcache)

    Ilustrasi Ledakan. (zcache)

    TEMPO.CO, Sleman - Sebuah sepeda motor Yamaha Mio meledak di pelataran parkir Liquid Karaoke di  Jalan Magelang Kilometer 4,5, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu malam pukul 20.23 Wib. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam ledakan yang tidak jauh dari pusat kota Yogya ini.

    "Kami periksa saksi-saksi dan mengambil rekaman CCTV (closed circuit television)," kata Direktur Kriminal Umum Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Komisaris Besar Frans Tjahyono, Kamis, 27 Oktober 2016.

    Polisi menemukan pelat besi, kabel dan enam botol air mineral berisi bensin, dua di antaranya sudah kosong. Selain itu, pelat nomor sepeda motor yang diledakkan itu palsu.

    Dari rekaman CCTV, pelaku yang masih dikejar itu datang memarkirkan sepeda motor pada pukul 16.00 Wib. Ia memakai jas hujan dan mengenakan helm. Orang itu meletakkan sepeda motor begitu saja dan meninggalkannya di parkiran.

    Ia tidak masuk ke tempat hiburan yang sering ramai pengunjung itu. Ledakan terjadi pada pukul 20.23 Wib. Pelat nomor AB 2104 IN setelah dicek tidak merujuk ke sepeda motor Yamaha Mio.

    Ditambahkan oleh Ajun Komisari Sepuh Siregar, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Sleman, nomor rangka dan nomor mesin sepeda motor itu telah dihapus. Polisi menduga peledakan itu sudah dirancang dan direncanakan.

    Sepeda motor berwarna biru itu kini disita sebagai barang bukti di markas Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Sepeda motor itu juga diselidiki apakah barang curian atau bukan.

    Polisi tetap mewaspdai adanya teror di segala tempat. Apalagi di Daerah Istimewa Yogyakarta akan ada pemilihan kepala daerah di Kota Yogyakarta dan Kulon Progo. Tempat-tempat vital dan tempat hiburan diharuskan dipasangi lamera pengawas dan ditingkatkan pengamanannya.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.