Menteri Agama Berharap Kuota Haji Kembali 211 Ribu pada 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan keterangan dalam konferensi pers Sidang Itsbat Awal Syawal 1437 H di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, 4 Juli 2016. Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan Hari Raya Idul Fitri tahun ini jatuh pada hari Rabu 6 Juli 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan keterangan dalam konferensi pers Sidang Itsbat Awal Syawal 1437 H di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, 4 Juli 2016. Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan Hari Raya Idul Fitri tahun ini jatuh pada hari Rabu 6 Juli 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Magelang - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap kuota haji untuk Indonesia tahun depan bisa kembali normal tanpa ada potongan 20 persen. "Artinya sebanyak 38 ribu lebih bisa kembali menjadi tambahan kuota yang ada sekarang," kata Menteri Lukman d di Magelang, Jawa Tengah, Rabu 26 Oktober 2016.

    Menteri Lukman mengatakan, jika kuota haji kembali normal maka jumlah calon jemaah haji yang bisa diberangkatkan ke Tanah Suci menjadi 211 ribu orang. "Kami berharap jatah kuota haji benar-benar bisa kembali normal," kata dia seusai meresmikan Masjid Fajar Falah di Pondok Pesantren API Asri Tegalrejo, Kabupaten Magelang.

    Pelaksanaan haji tahun ini, Menteri Lukman menjelaskan berlangsung baik. Hasil evaluasinya, disimpulkan tidak ada persoalan mendasar. Ia bersyukur atas kelancaran proses haji tahun ini. Semua ini karena peran serta petugas haji yang ikhlas membantu jemaah.

    "Dari Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Luar Negeri menyatu menjadi petugas layanan haji Indonesia. Selain itu juga karena kepatuhan para jemaah haji Indonesia sehingga seluruh prosesi penyelenggaraan haji lancar," katanya.

    Menyinggung jamaah haji asal Indonesia yang berangkat melalui Filipina, dia mengatakan mereka semua sudah pulang ke Indonesia. Mereka yang berjumlah 117 orang berangkat dari Filipina dengan menggunakan paspor palsu. "Kasus tersebut sekarang menjadi urusan kepolisian"

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.