Ini Alasan Jokowi Pilih Kiagus Badaruddin Jadi Kepala PPATK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Kiagus Ahmad Badaruddin. Ttjen.kemenkeu.go.id

    Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Kiagus Ahmad Badaruddin. Ttjen.kemenkeu.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasannya memilih Kiagus Ahmad Badaruddin dan Dian Ediana Rae sebagai pemimpin Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Menurut Jokowi, keduanya profesional dan memiliki rekam jejak yang baik.

    "Saya tahu keduanya berintegritas dan memiliki pengalaman yang baik," kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 26 Oktober 2016.

    Menurut Jokowi, Kiagus merupakan sosok yang paham masalah fiskal dan perbendaharaan. Sedangkan Dian dianggap teruji untuk masalah perbankan dan moneter. Dengan kemampuan tersebut, Jokowi mengaku optimistis akan memperkuat PPATK dalam melacak dan mengusut transaksi mencurigakan.

    Baca Juga
    KPK Curigai Pemilihan Rektor, Begini Permainan Staf Menteri
    SBY: Isu Dokumen TPF Munir Sudah Bernuansa Politis
    Wapres JK: Indonesia Juara Dunia Hukum Koruptor

    "Saya harapkan keduanya mampu menganalisis setiap transaksi yang ada dan mengevaluasi secara detail sehingga tahu transaksi yang benar atau tidak. Itu bisa berkaitan dengan terorisme, narkoba, atau perpajakan," katanya.

    Kiagus merupakan pejabat senior di Kementerian Keuangan. Beberapa posisi strategis pernah dia pegang, di antaranya Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan dan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya dan Master of Science di University of Illinois at Urbana-Champaign ini juga pernah menjadi Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Komisi Pemberantasan Korupsi pada 2003.

    Adapun Dian Ediana Rae merupakan pejabat yang cukup lama di Bank Indonesia. Sebelumnya, dia menjabat Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar Banten. Dian juga pernah menjabat Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London.

    Jokowi mengaku yakin kedua pemimpin baru PPATK tersebut bisa berkoordinasi dan bekerja sama dengan baik dengan lembaga-lembaga dan kementerian terkait, seperti Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

    ISTMAN M.P.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.