KPK Periksa Politikus PAN Soal Suap Proyek Jalan di Maluku  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PAN Andi Taufan Tiro berjalan dengan mengenakan rompi tahanan seusai sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 6 September 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PAN Andi Taufan Tiro berjalan dengan mengenakan rompi tahanan seusai sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 6 September 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini memeriksa anggota Komisi Infrastruktur Dewan Perwakilan Rakyat, Andi Taufan Tiro, sebagai tersangka kasus suap di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Andi keluar dari gedung KPK mengenakan rompi tahanan sekitar pukul 19.25 WIB.

    Andi mengatakan pemeriksaan ini masih berkaitan dengan kewenangannya di DPR. “Masih proses penganggaran di Badan Anggaran dan Komisi V,” katanya di KPK, Selasa, 25 Oktober 2016.

    Andi ditetapkan sebagai tersangka sejak pekan pertama pada September lalu. Dia diduga menerima suap dari Direktur PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir sebesar Rp 7 miliar. Suap itu berkaitan dengan anggaran pembangunan atau rekonstruksi jalan di Maluku dan Maluku Utara. Sedangkan proyek tersebut berasal dari program aspirasi Andi.

    Baca: Politikus Andi Taufan Tiro Jalani Pemeriksaan KPK  

    Proyek pembangunan jalan tersebut dibahas di Komisi V. Namun Andi enggan mengomentari keterlibatan semua anggota di komisinya. Dalam pemeriksaan kali ini, dia memastikan sudah memberikan keterangan yang diminta penyidik KPK.

    Politikus Partai Amanat Nasional itu disangka KPK dengan Pasal 12-a atau 12-b atau Pasal 11 Undang-Undang 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. 

    Baca: Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara, Damayanti Teteskan Air Mata

    Kasus suap yang menjerat Andi bermula dari tertangkapnya politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang juga anggota Komisi V, Damayanti Wisnu Putranti. Damayanti tertangkap tangan menerima suap Rp 8,1 miliar dari Abdul Khoir.

    DANANG FIRMANTO

    Baca juga:
    Terduga Teroris Magetan, Tetangga: Tertutup tapi Tidak Aneh
    Kasus Siti Fadilah, Pengacara: Ini Masalah Politik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.