Banjir Bandung, Begini Ekspresi Kebingungan Ridwan Kamil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dalam konferensi pers informasi penamparan seorang sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Sopir yang mengaku ditampar tersebut merupakan pengemudi angkutan gelap. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dalam konferensi pers informasi penamparan seorang sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Sopir yang mengaku ditampar tersebut merupakan pengemudi angkutan gelap. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku bingung akibat banjir yang terjadi di Jalan Pagarsih, Kota Bandung, Senin, 24 Oktober 2016. Pada saat bersamaan, Jalan DR Djundjunan (Pasteur) juga tergenang air sehingga mengakibatkan kemacetan parah.

    Ridwan Kamil mengatakan, Pemerintah Kota Bandung telah memperbesar saluran air di kiri dan kanan Jalan Pagarsih dengan lebar masing-masing 2 x 2 meter.

    "Pagarsih sudah 2 x 2 meter dua biji, tapi memang enggak cukup. Saya bingung juga, apakah air dari utara melebihi kapasitas? Karena secara hitungan sudah kami perbaiki. Pagarsih itu proyeknya Rp 3 miliar. Proyeknya kami cari upaya lagi, termasuk rencana membongkar bangunan di jalur air," kata dia di Pendapa Kota Bandung, Selasa, 25 Oktober 2016.

    Baca: BMKG Ingatkan Banjir Bandung Bisa Terulang

    Sedangkan untuk Jalan Pasteur, Ridwan Kamil menambahkan, pihaknya sedang melakukan pengecekan di lapangan. "Di dalam gorong-gorong itu ada pipa-pipa yang suka bikin nyangkut sampah, itu lagi diperbaiki," ujarnya.

    "Pemerintah Kota Bandung meminta maaf terkait dengan banjir yang terjadi. Kami tidak terlalu paham secara ilmiah, karena berbulan-bulan kemarin enggak banjir. Tapi pas kemarin ada situasi yang menyebabkan itu. Sebagai Pemerintah Kota Bandung, sebagai Wali Kota, saya akan bertanggung jawab," kata Ridwan Kamil.

    Baca: Banjir Bandung, BPBD Jawa Barat Turun Tangan

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Binamarga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung Iskandar Zulkarnaen menjelaskan, banjir di Jalan Pasteur dan Jalan Pagarsih disebabkan oleh terpangkasnya saluran air oleh jembatan-jembatan kecil yang berfungsi sebagai jalan masuk.

    "Banyak jembatan jalan masuk ke persil-persil menghalangi sungai yang menyebabkan air naik ke jalan. Di Pasteur akan kita lihat salah satunya di beberapa jalan masuk di Babakan Jeruk yang menyebabkan air melompat ke jalan. Jalan masuk ke Hotel Topaz terlalu tinggi dan tebal betonannya," kata dia.

    PUTRA PRIMA PERDANA

    Baca juga:
    Soal Panama Papers, Ketua BPK: Saya Tak Ada Tanggapan
    Kepolisian Siapkan Hadiah Rp 5 Juta untuk Pelapor Pungli


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.