Siaga Bencana, Jawa Barat Siapkan Rp 29 M hingga Akhir 2016  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggunakan perahu di Desa Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang tergenang banjir Sungai Citarum, 3 Oktober 2016. Banjir menggenangi sejumlah daerah di tiga kecamatan di Bandung Selatan. TEMPO/Prima Mulia

    Warga menggunakan perahu di Desa Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang tergenang banjir Sungai Citarum, 3 Oktober 2016. Banjir menggenangi sejumlah daerah di tiga kecamatan di Bandung Selatan. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan pemerintah Jawa Barat menyiapkan Rp 29 miliar dalam Pos Anggaran Tidak Terduga pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan yang berlaku efektif mulai besok, 25 Oktober 2016. "Perda APBD Perubahan sudah ditandatangani, penjabarannya juga sudah. Tinggal sekarang penandatanganan DPA Perubahan hari ini sehingga besok efektif bisa digunakan,” katanya di Bandung, Senin, 24 Oktober 2016.

    Iwa mengatakan anggaran Perubahan Jawa Barat bertambah Rp 500 miliar sehingga volume ABPD Jawa Barat tahun ini tercatat 26,975 triliun. Sebagian besar pergeseran anggaran untuk menambah Dana Infrastruktur Desa sebesar Rp 378,5 miliar serta dana bergulir Kredit Cinta Rakyat Rp 26 miliar. Selebihnya, di antaranya, menambah Pos Anggaran Tidak Terduga yang diperuntukkan mengantisipasi bencana.

    "Dalam dua bulan ini, kami tidak mau mengambil risiko, makanya kami alokasikan dana antisipasi bencana cukup tinggi,” ujarnya. Menurut Iwa, pada anggaran APBD murni tahun ini, pemerintah Jawa Barat sudah menggelontorkan lebih dari Rp 19,8 miliar untuk membantu tanggap darurat bencana banjir di Garut serta longsor di Sumedang, serta Rp 1,8 miliar untuk membantu penanganan banjir di Pangandaran.

    Menurut Iwa, Rp 29 miliar ini sengaja dijadikan cadangan yang sudah dibuka untuk mengantisipasi bencana. Iwa mengatakan, dari keseluruhan APBD Jawa Barat, realisasi anggaran terhitung sampai 21 Oktober 2014 sudah menembus 65 persen. “Target realisasi anggaran sampai akhir tahun diperkirakan 93 persen,” tuturnya. 

    Dia optimistis realisasi anggaran itu bisa tercapai hingga akhir tahun mengingat semua lelang sudah tuntas dan tinggal pembayaran. Belanja modal sebesar Rp 3,5 triliun, misalnya, baru tersalurkan 33 persen. “Ini sedang dalam proses pengajuan pembayaran termin masing-masing pemenang lelang,” kata Iwa. 

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.