Di Rumah Istri, Polisi Temukan Bunker Dimas Kanjeng Kosong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah mewah di Padepokan Kanjeng Dimas, Probolinggo, Jawa Timur. ISHOMUDDIN

    Rumah mewah di Padepokan Kanjeng Dimas, Probolinggo, Jawa Timur. ISHOMUDDIN

    TEMPO.CO, Surabaya - Penyidik Kepolisian Daerah Jawa Timur menemukan dua bunker yang diduga digunakan untuk menyimpan uang hasil penipuan berkedok penggandaan uang Taat Pribadi.

    "Kami temukan dalam keadaan kosong," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Jawa Timur, Senin, 24 Oktober 2016.

    Menurut Argo, dua bunker itu ditemukan di rumah tetangga istri kedua Taat, Laila, di Perumahan Jatiasri Nomor G-9, Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Bunker ditemukan di kamar tetangga Laila. Bunker dalam keadaan kosong itu berukuran panjang 2 meter, lebar 1 meter, dan kedalaman 1 meter.

    Baca: Istri-istri Dimas Kanjeng Diperiksa di Polda Jawa Timur

    Argo mengatakan penyidik masih mencari tahu pemilik rumah karena tetangga dan orang yang berada di sekitar rumah tersebut tidak mau membuka identitas pemilik rumah. "Banyak yang tidak tahu siapa dia karena tidak banyak muncul dan kelihatan," ujarnya. Laila pun tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik hari ini.

    Selain menemukan bunker, penyidik menyita sejumlah aset milik Taat Pribadi. Aset-aset itu disita di 24 titik yang tersebar di rumah istri-istri Taat di Kecamatan Kraksaan dan padepokan di Desa Wangkal, Kecamatan Gading. Menurut Argo, penyitaan aset Taat digunakan sebagai barang bukti kasus penipuan di pengadilan nanti.

    "Penyitaan beberapa aset milik Dimas Kanjeng yang kami sita berhubungan dengan tindak pidana penipuan," tutur Argo. Aset yang disita di antaranya sertifikat tanah, rumah, bengkel, minimarket, tujuh mobil berbagai merek, dan satu Harley Davidson. Selain itu, penyidik menyita uang Rp 65 juta dan lima mesin penghitung uang.

    Simak lainnya: Foto Tunangan Bocah 12 Tahun Hebohkan Netizen, Ini Kisahnya

    Untuk melengkapi berkas penipuan, Polda Jawa Timur mengirim penyidik ke Sulawesi Selatan. "Dalam rangka memeriksa saksi lain dan juga melengkapi berkas perkara yang kami tuduhkan." 

    Sebelumnya, dua korban penipuan asal Sulawesi Selatan melapor ke Polda Jawa Timur. Mereka adalah Najmiah, warga Makassar, dan Nurbaya Bunga, warga Bone.

    Kepolisian Daerah Jawa Timur telah menerima delapan laporan korban penipuan Taat. Teranyar adalah Muhammad Ali, warga Kudus, Jawa Tengah. Mantan penasihat hukum padepokan itu mengaku tertipu senilai Rp 35 miliar. Baik untuk kasus penipuan maupun pembunuhan, pada akhir September 2016, Taat telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.