Wiranto: Terorisme Sudah Pakai Teknologi Cyber  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkopolhukam Wiranto bersama Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Jenderal Rashad Mahmood (kiri) usai melakukan pertemuan bilateral, di kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, 20 September 2016. Pertemuan ini membahas mengenai kerja sama bidang pertahanan, bidang pendidikan kedua negara dan pemberantasan terorisme, selain itu Pemerintah Indonesia juga menawarkan alutsista produk dalam negeri seperti Anoa, senapan serbu, dan pesawat CN-235 kepada pemerintah Pakistan. TEMPO/Imam Sukamto

    Menkopolhukam Wiranto bersama Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Jenderal Rashad Mahmood (kiri) usai melakukan pertemuan bilateral, di kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, 20 September 2016. Pertemuan ini membahas mengenai kerja sama bidang pertahanan, bidang pendidikan kedua negara dan pemberantasan terorisme, selain itu Pemerintah Indonesia juga menawarkan alutsista produk dalam negeri seperti Anoa, senapan serbu, dan pesawat CN-235 kepada pemerintah Pakistan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan teknik menakut-nakuti yang dilakukan teroris sudah berkembang dengan berbagai cara, seperti sabotase, penyebaran ajaran melalui propaganda, maupun pembelajaran cara perakitan bom. Bahkan, menurut dia, teror dilakukan menggunakan teknologi cyber maupun teknologi tinggi lain. 

    "Perlu dibahas lebih mendalam mengenai aksi terorisme dalam skala internasional, regional, maupun nasional domestik," kata Wiranto di Jakarta, 24 Oktober 2016.

    Wiranto menjelaskan, penanganan terorisme tak bisa diserahkan kepada satu lembaga saja. Setiap rakyat Indonesia wajib memeranginya. "Seluruh lapisan masyarakat harus ikut bersama-sama memerangi ini,” kata Wiranto.

    Sejumlah kejadian kekerasan akhir-akhir ini dikaitkan dengan aksi terorisme. Sedangkan kekerasan di muka umum yang juga memunculkan ketakutan tersiar. Aksi yang dikaitkan dengan teroris antara lain penangkapan empat orang yang diduga memberangkatkan WNI ke Suriah untuk gabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

    Begitu pula penikaman terhadap Kepala Kepolisian Sektor Tangerang pada 20 Oktober 2016. Penikam diduga memiliki keterlibatan dengan kelompok ISIS.

    Perang melawan terorisme, kata dia, akan dibahas secara mendalam. Pembahasan itu termasuk aksi-aksi terorisme internasional, regional, maupun nasional domestik. Wiranto bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menganggap pembahasan ini utamanya dikaitkan pada aksi terorisme jaringan internasional yang tidak memandang batas negara.

    Wiranto mengajak seluruh masyarakat memahami betul bahaya terorisme. “Bukan hanya dipahami, tapi kewajiban kita bersama untuk menanggulangi secara total dan berkesinambungan,” katanya.

    AMMY HETHARIA | PRU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.