Street of Hope, Aksi Galang Donasi untuk Perangi Kurang Gizi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Foodbank of Indonesia menggelar aksi Street of Hope di Kementerian ESDM, Jakarta, 23, Oktober 2016. Tempo/Vindry

    Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Foodbank of Indonesia menggelar aksi Street of Hope di Kementerian ESDM, Jakarta, 23, Oktober 2016. Tempo/Vindry

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bersama Foodbank of Indonesia (FOI) menggelar aksi Street of Hope. Aksi tersebut bertujuan untuk membangun partisipasi publik dalam memerangi kelaparan dan kurang gizi pada anak.

    Aksi Street of Hope yang digelar Ahad pagi tak hanya melibatkan pemerintah dan lembaga masyarakat, tapi juga badan usaha, sekolah, orang tua, hingga anak-anak tampil bersama. "Karena kalau hanya pemerintah, tidak bisa," kata Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA Lenny Rosalin kepada Tempo di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, Minggu, 23 Oktober 2016.

    Aksi Street of Hope diisi dengan acara penggalangan dana dan pangan. FOI juga meluncurkan program pemenuhan gizi anak-anak, Mentari Bangsaku. Mentari Bangsaku merupakan sebuah program intervensi pangan serta edukasi pangan dan gizi kepada anak usia PAUD, SD, serta anak yang membutuhkan bantuan pangan khusus.

    Selain untuk memerangi kelaparan dan memenuhi gizi anak, program diharapkan dapat menanamkan motivasi, kepemimpinan, dan empati sosial pada anak-anak.

    Street of Hope dimeriahkan berbagai macam komunitas yang menampilkan atraksi untuk menggalang donasi. Donasi tersebut nantinya akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Selain itu, hadir pula perusahaan dan lembaga yang bekerja sama dengan FOI, seperti Danone, JNE, Eksport, dan Breadlife, yang turut mendukung Deklarasi Solidaritas Pangan dan Gizi yang diadakan FOI.

    Menurut Lenny, merangkul banyak pihak untuk membantu meningkatkan hak anak atas kesehatan, terutama aspek gizi, sangat penting. Pasalnya, jumlah anak yang belum mendapatkan asupan gizi cukup masih banyak.

    Berdasarkan data Organisasi Pangan Dunia (FAO) pada 2015, hampir 37 persen atau 7,6 juta balita di Indonesia menderita stunting atau kekerdilan akibat kekurangan gizi. FAO juga mencatat 56 persen anak pergi ke sekolah dengan perut lapar sehingga menghambat konsentrasi. Jumlahnya meningkat dibandingkan 2014 yang mencapai 40 persen.

    Lenny mengatakan aksi Street of Hope juga diharapkan bisa membantu pencapaian salah satu target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait dengan kelaparan dan asupan gizi. Pasalnya, laporan Gizi Global pada 2014 menyatakan Indonesia merupakan satu dari 31 negara yang mungkin tidak akan mencapai target global untuk menurunkan angka kurang gizi pada 2025.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kakak Adik Marc dan Alex Marquez di Tim Honda, Tandem atau Rival?

    Honda resmi menunjuk Alex Marquez menjadi tandem Marc Marquez. Adik dan Kakak itu akan bertandem dalam satu tim. Atau akan bersaing?