Rayakan Dua Tahun Jokowi-Kalla, Fadli Zon Bikin Puisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan untuk mengumumkan perombakan kabinet atau reshuffle jilid II, Jakarta, 27 Juli 2016. Dalam reshuffle jilid II ini, Jokowi memberhentikan 9 menteri. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan untuk mengumumkan perombakan kabinet atau reshuffle jilid II, Jakarta, 27 Juli 2016. Dalam reshuffle jilid II ini, Jokowi memberhentikan 9 menteri. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon membuat sebuah puisi untuk menandai dua tahun periode pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Puisi itu diberi judul Dua Tahun Berjalan Sudah.

    “Saya buat spontan saja di HP, sebagai catatan dua tahun pemerintahan,” ujar Fadli, kepada Tempo, Sabtu, 22 Oktober 2016. Peringatan dua tahun pemerintah Jokowi-JK berlangsung pada 20 Oktober 2016.

    Fadli mengatakan dia memilih menumpahkan catatan itu dalam bentuk puisi karena dirasakan lebih efisien. “Pendek tak bertele-tele.” Selain itu, puisi ini juga diharapkan Fadli dapat menjadi alarm pengingat bagi pemerintah. “Ini untuk ingatan juga bagi pemerintah yang mungkin merasa sudah puas,” katanya.

    Fadli berujar, selain puisi, dia membuat catatan evaluasi pemerintah Jokowi-Kalla dalam bentuk semacam makalah hampir sembilan halaman. Secara khusus, Fadli juga menyoroti kinerja pemerintahan saat ini yang masih memiliki banyak kekurangan. “Ya, itu yang dirasakan masyarakat kebanyakan yang saya temui, saya pun merasa demikian.”

    Berikut ini adalah isi lengkap puisi Fadli untuk memperingati dua tahun pemerintah Jokowi-Kalla.

    DUA TAHUN BERJALAN SUDAH

    Dua tahun berjalan sudah
    Hidup semakin susah
    Harga-harga melambung tinggi
    Lumpuh sudah daya beli
    Rakyat diwarisi gunungan utang luar negeri

    Dua tahun berjalan sudah
    Cari kerja semakin payah
    Pengangguran di mana-mana
    Buruh Cina merajalela

    Buruh kita tetap merana
    Petani rugi panen nestapa
    Nelayan tak bisa jual tangkapannya
    Pedagang kali lima dikejar aparat pamong praja

    Dua tahun berjalan sudah
    Kemiskinan semakin parah
    Yang kaya tambah perkasa
    Yang melarat jatuh sekarat
    Tangan-tangan besi tirani
    Menggusur penduduk asli

    Dua tahun berjalan sudah
    Hukum menjelma alat kuasa
    Mengabdi tunduk pada Istana
    Pisaunya berdarah membelah ke bawah
    Ketidakadilan menjadi fenomena

    Dua tahun berjalan sudah
    Indonesia semakin lemah
    Impor pangan terus melimpah
    Mulai beras, gula, jagung, daging, garam, hingga limbah
    Sementara
    Partai politik dibelah
    Di ujung timur di ambang pecah
    Kemunafikan terus mewabah

    Dua tahun berjalan sudah
    Pencitraan yang kau buat memang hebat
    Luar biasa dahsyat
    Tapi lihat
    Negeri tetangga melaju pesat
    Kita serasa jalan di tempat

    Di sisi lain, pemerintah mengklaim dua tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo membawa banyak perubahan positif di berbagai bidang.  Ini diakui Ketua Association of Indonesian Tours and Travel Agencies Asnawi Bahar yang menilai program tol laut yang dicanangkan pemerintah bisa menekan biaya logistik yang signifikan.  

    Selain itu, Asnawi menilai industri perbankan sudah mulai memberikan stimulus terhadap pertumbuhan industri keuangan, termasuk pemberian Kredit Usaha Rakyat. "Bunga yang diturunkan juga memberi kontribusi besar."  Sektor pariwisata, menurut dia, paling bergairah dibanding industri lain.

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama juga memberikan penilaian serupa. Menurut Ahok --demikian dia biasa disapa, stabilitas pertumbuhan ekonomi terjaga, pembayaran utang negara yang baik, nilai tukar rupiah terjaga, dan pemberantasan korupsi menguat.  

    GHOIDA RAHMAH | DESTRIANITA

    Catatan Koreksi: Naskah berita ini ditambah pada Ahad 23 Oktober 2016 untuk memberikan ruang bagi informasi dari pihak yang menilai kinerja pemerintah lebih baik dari kritik narasumber dalam berita di atas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.