Ahli Ekonomi Australia: Indonesia Terbesar Ke-4 Dunia pada..

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. shutterstock.com

    Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Indonesia diproyeksikan menjadi negara terbesar keempat dunia pada 2050. Proyeksi ini berdasarkan produk domestik bruto (PDB) dengan perhitungan keseimbangan kemampuan berbelanja per kapita.

    "Indonesia diproyeksikan mengalami kenaikan sangat signifikan, yakni dari urutan kesembilan menjadi keempat dunia. Sementara Brasil naik dua peringkat, dari urutan ketujuh menjadi urutan kelima pada 2050," kata Pakar Ekonomi dari Crawford School of Public Policy, Australian National University, Hal Hill, saat ditemui di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu, 22 Oktober 2016.

    Menurut Hill, negara-negara besar yang tergolong maju saat ini belum tentu sama majunya di masa yang akan datang. Sebab pusat daya tarik dunia mulai bergerak dari kawasan Laut Atlantik ke kawasan Asia Pasifik.

    Hill mengatakan, berdasarkan proyeksinya ada lima negara yang bakal menjadi negara terbesar, antara lain Cina, India, Amerika Serikat, Indonesia, dan Brasil, dimana tiga di antaranya berada di kawasan Asia.

    Ia menuturkan, berdasarkan produk domestik bruto (GDP) dengan perhitungan keseimbangan kemampuan berbelanja (PPP) per kapita, Cina pada 2014, kemudian pada 2030 sampai 2050 akan tetap berada di urutan pertama.

    India dari urutan ketiga, akan naik dan bertukar posisi dengan Amerika Serikat yang berada di urutan kedua. Hill juga memaparkan, tentang bagaimana perubahan daya tarik ekonomi dunia sejalan juga dengan kemajuan ekonomi yang dialami oleh negara-negara di Asia Tenggara.

    Salah satu laporan World Bank, yakni Growth Commission Report mencatat, sedikitnya ada 13 negara dari 150 negara yang pertumbuhan ekonominya dibawah 10 persen selama 100 tahun.

    Yang menarik adalah hampir semua negara di dalam kelompok tersebut berasal dari wilayah Asia. Dari Asia Timur, misalnya Cina, Hong Kong, Jepang, Korea, dan Taiwan. "Sementara Asia Tenggara, misalnya Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand," kata Hill.

    "Indonesia juga mulai mengejar. Kita tahu, pada tahun 1960-an, Indonesia sangat miskin namun mampu bangkit maju. Yang tidak maju menurut ukuran ini adalah Filipina karena selama lebih dari 60 tahun mengalami kemiskinan, jika dibandingkan dengan Amerika. Banglades dan Kamboja juga demikian," ujar Hill.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.