Kasus Korupsi di Kebumen, Pengusaha: Pihak Lain Terlibat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    TEMPO.COJakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menyelesaikan pemeriksaan kedua terhadap saksi Hartoyo, Direktur PT Otoda Sukses Mandiri Abadi (OSMA), Jumat malam, 21 Oktober 2016. Hartoyo diperiksa selama 12 jam sebagai saksi atas tersangka pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen Sigit Widodo dalam perkara dugaan suap di Dinas Pendidikan dan Olahraga Pemerintah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. 

    Hartoyo mulai diperiksa sekitar pukul 10.30. Ia terlihat meninggalkan gedung KPK sekitar pukul 22.30. Hartoyo sempat melempar senyum kepada para wartawan. Namun, ketika keluar dari gedung lembaga antirasuah tersebut, penampilan Hartoyo berbeda. Ia telah mengenakan rompi oranye sebagai tahanan KPK. 

    Hartoyo irit bicara. Namun ia memastikan ada keterlibatan pihak lain dalam kasus yang menyeretnya hingga ditahan oleh KPK malam ini. “Pasti ada,” katanya singkat di kantor KPK, Jumat malam. 

    Hartoyo bergegas menumpangi mobil Kijang hitam berpelat merah tersebut. Beberapa media sempat mengabadikan posisi ia duduk di kursi mobil tahanan bernomor polisi B 2038 BQ. Belum ada kepastian status Hartoyo saat ditahan oleh KPK. Namun statusnya terakhir adalah sebagai saksi. Belum bisa dipastikan pula di mana KPK menahan Hartoyo. 

    Hartoyo diduga memerintahkan anak buahnya, Salim, untuk menyerahkan duit Rp 70 juta kepada Ketua Komisi A DPRD Kebumen Yudhi Tri Hartanto. Dugaan penyuapan itu ditengarai telah direncanakan sebelum DPRD Kebumen mengesahkan anggaran Dinas Pendidikan senilai Rp 4,8 miliar.

    Sementara itu, anggaran senilai Rp 4,8 miliar tersebut rencananya dikucurkan untuk pengadaan buku dan alat peraga berbasis teknologi informasi komunikasi. Adapun PT OSMA adalah salah satu perusahaan yang sering menyediakan alat peraga untuk sekolah.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.