Keuangan Tipis, Penajam Paser Utara Biayai 567 Mahasiswa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi- Suasana mahasiswa berkonsultasi tentang skripsi kepada pembimbingnya di kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, Jawa Barat, Jumat, 3 Februari 2006. [TEMPO/ Nickmatulhuda; Digital Image; 20060201]

    Ilustrasi- Suasana mahasiswa berkonsultasi tentang skripsi kepada pembimbingnya di kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, Jawa Barat, Jumat, 3 Februari 2006. [TEMPO/ Nickmatulhuda; Digital Image; 20060201]

    TEMPO.CO, Penajam - Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tetap membefikan beasiswa kepada 567 mahasiswa berprestasi kendati kondisi keuangan daerah mengalami defisit, kata Kepala Bagian Kesejahteraan Sekretariat Kabupaten, Herlambang.

    "Kami sempat berencana menghentikan pemberian beasiswa kepada mahasiswa, tetapi kepala daerah meminta beasiswa tetap diberikan kepada mahasiswa berprestasi asal Penajam Paser Utara," kata Herlambang saat ditemui di Penajam, Kamis, 20 Oktober 2016.

    Penerima beasiswa pada 2016 yakni, 300 orang mahasiswa S1 dan D3 100 orang, mahasiswa S1 semester akhir 150 orang serta mahasiswa kedokteran 10 orang dan tujuh orang mahasiswa S2.

    Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar menginstruksikan, tetap memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi walaupun kondisi kas daerah merosot.

    Untuk itu Herlambang mengimbau seluruh mahasiswa Penajam Paser Utara untuk segera melakukan registrasi ulang tepat waktu setelah diumumkan sebagai penerima beasiswa daerah.

    Kendati kas daerah semakin merosot, namun Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara lanjut Herlambang, tetap komitmen menyalurkan bantuan beasiswa pada 2016.

    Menurut Herlambang, usulan anggaran beasiswa sekisar Rp 3 miliar yang diajukan pada 2016, hanya disetujui berkisar Rp 2,5 miliar karena bantuan beasiswa dinilai bukan belanja wajib yang menjadi prioritas.

    "Memang krisis keuangan saat ini juga mulai berdampak pada dana beasiswa yang akan disalurkan pada 2016, pemerintah daerah tetap salurkan beasiswa tapi tidak sebesar seperti tahun lalu," tambahnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.