Menteri Yohana Ajak Publik Hormati Pelaksanaan Hukum Kebiri  

Reporter

Editor

Mustafa moses

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise saat mengunjungi rumah Daeng Te'ne (keluarga korban) di kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, 11 Mei 2016. TEMPO/Sakti Karuru

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan semua pihak harus menghormati keputusan rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat yang mengesahkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak menjadi undang-undang.

Di dalam peraturan itu, termuat pula hukuman tambahan berupa kebiri. “Kalau sudah jadi undang-undang, siapa pun harus tunduk,” ucapnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2016.

Pada 12 Oktober 2016, rapat paripurna sepakat mengesahkan Perpu Kebiri menjadi undang-undang. Namun pengesahan tersebut disertai catatan. Dewan meminta ada revisi agar peraturan tersebut lebih komprehensif, termasuk penentuan siapa yang akan menjadi eksekutor hukuman kebiri.

BacaKasus Mirna: Jessica Baca Pembelaan lagi, Singgung Sel Mewah

Perpu tersebut sempat alot dibahas di DPR lantaran ada fraksi yang tidak setuju, seperti Partai Gerakan Indonesia Raya. Namun Yohana membantah bahwa pembahasan peraturan tersebut juga alot di tingkat pemerintah. Ia meminta kementerian yang terlibat, seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta Kementerian Sosial duduk bersama.

Yohana justru menuturkan pembahasan perpu tersebut lancar. “Saya pikir tidak alot, karena ini mekanisme yang harus dijalani.” Yohana menilai kunci keberhasilan peraturan kebiri itu ada pada kesamaan persepsi dan pendapat dari berbagai pihak.

Satu hal penting yang belum tuntas adalah siapa yang nanti bertanggung jawab untuk mengeksekusi hukuman kebiri. Ikatan Dokter Indonesia menyatakan menolak menjadi eksekutor lantaran terbentur kode etik profesi. Namun pemerintah tetap akan menentukan eksekutor atas hukuman tersebut. “Eksekutor sedang diatur,” kata Yohana. 

DANANG FIRMANTO







33 Anak Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan, Termuda Usia 4 Tahun

14 jam lalu

33 Anak Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan, Termuda Usia 4 Tahun

Kementerian PPA mencatat 33 anak meninggal dalam tragedi Kanjuruhan. Paling muda berusia 4 tahun.


Save the Children Dampingi 32 Kasus Kekerasan Tehadap Anak di Sumba

21 hari lalu

Save the Children Dampingi 32 Kasus Kekerasan Tehadap Anak di Sumba

Save the Children menyebutkan bahwa angka kekerasan seksual di NTT cukup tinggi.


HNW Usul Kemensos Libatkan Kementerian PPPA di Satgas Filantropi

30 Juli 2022

HNW Usul Kemensos Libatkan Kementerian PPPA di Satgas Filantropi

Anggaran untuk Kementerian PPPA sebesar Rp 252,6 Miliar. Kurang memadai untuk menyelesaikan berbagai kasus kekerasan pada anak yang kian meningkat.


Hari Anak Nasional 2022, Begini Tema dan Logo Peringatannya

20 Juli 2022

Hari Anak Nasional 2022, Begini Tema dan Logo Peringatannya

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyebutkan bahwa tema Hari Anak Nasional tahun ini: Anak Terlindungi, Indonesia Maju.


Hari Kartini, Menteri PPPA Bintang Puspayoga: Jaga Semangat Kartini di Hatimu

21 April 2022

Hari Kartini, Menteri PPPA Bintang Puspayoga: Jaga Semangat Kartini di Hatimu

Momentum Hari Kartini merupakan penghormatan kepada Kartini yang telah berjuang untuk mendapatkan kesetaraan hak perempuan dan laki-laki di masa lalu.


Tak Boleh Terlalu Lama, Inilah Waktu Pakai Pantyliner yang Tepat

12 April 2022

Tak Boleh Terlalu Lama, Inilah Waktu Pakai Pantyliner yang Tepat

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak id tidak menganjurkan penggunaan pantyliner setiap hari.


Ayah Perkosa Anak Kandung di Semarang, Menteri Bintang: Tidak Bisa Ditolerir

22 Maret 2022

Ayah Perkosa Anak Kandung di Semarang, Menteri Bintang: Tidak Bisa Ditolerir

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga memberikan penyataan atas kasus ayah perkosa anak kandung di Semarang.


Jumlah Anak di Dunia yang Kehilangan Orang Tuanya Sebab Covid-19

3 Maret 2022

Jumlah Anak di Dunia yang Kehilangan Orang Tuanya Sebab Covid-19

Tiga dari empat orang tua yang meninggal dalam pandemi Covid-19 ini adalah para ayah. Anak usia 10-17 tahun yang paling kehilangan.


LPSK Nilai Tak Tepat Restitusi Korban Herry Wirawan Dibebankan ke Negara

23 Februari 2022

LPSK Nilai Tak Tepat Restitusi Korban Herry Wirawan Dibebankan ke Negara

LPSK menilai tindakan pidana yang dilakukan Herry Wirawan tidak ada hubungannya dengan negara atau pemerintah.


Kementerian PPPA Diminta Penuhi Putusan Restitusi di Vonis Herry Wirawan

16 Februari 2022

Kementerian PPPA Diminta Penuhi Putusan Restitusi di Vonis Herry Wirawan

Kuasa hukum para korban pemerkosaan oleh Herry Wirawan meminta pemerintah membayar restitusi karena sudah ada putusan hakim.