Bojonegoro Terapkan E-Government, Menteri Asman: Saya Apresiasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Bojonegoro Suyoto menjadi pembicara dalam Rembug Rukun Warga bersama J-RUK (Jakarta Rumah Kita) di Galeri Kantor Pos Indonesia, Kota Tua, Jakarta, Senin, 25 April 2016. Tempo/Rezki

    Bupati Bojonegoro Suyoto menjadi pembicara dalam Rembug Rukun Warga bersama J-RUK (Jakarta Rumah Kita) di Galeri Kantor Pos Indonesia, Kota Tua, Jakarta, Senin, 25 April 2016. Tempo/Rezki

    TEMPO.COBojonegoro - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur mengatakan Kabupaten Bojonegoro bisa jadi prototipe pembangunan lantaran menggunakan sistem teknologi informasi dalam pembangunan, yakni e-government

    “Saya memberi apresiasi kepada Kang Yoto (panggilan Bupati Bojonegoro Suyoto),” ujarnya dalam acara “Festival Pemerintahan Terbuka” di Bojonegoro, Rabu, 19 Oktober 2016. Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat di Provinsi Jawa Timur dan beberapa kabupaten eks Karesidenan Bojonegoro.

    Asman menuturkan, ide penggunaan e-government itu diperoleh Bupati Suyoto ketika mengunjungi warganya, melihat sawah kering, banjir, dan desa yang tenggelam. Dari situlah muncul ide metode sistem informasi yang cepat. "Kalau pimpinannya enggak pernah ke lapangan, ya, enggak kepikiran itu." 

    Dengan adanya aplikasi e-government, Asman menambahkan, dia dengan mudah bisa melihat kondisi Kabupaten Bojonegoro. Di antaranya soal desa miskin, penduduk miskin, dan produktivitas petani. “Sistem itu ada semua di Bojonegoro,” ucapnya.

    Baca juga: Sistem E-Government ala Risma Diadopsi 41 Kepala Daerah

    Sementara itu, Bupati Suyoto mengatakan open government partnership atau pemerintahan terbuka telah diterapkan di 430 desa/kelurahan di seluruh kabupaten di wilayahnya. 

    Publik bisa mengakses anggaran desa dan penggunaannya, perencanaan pembangunan, kegiatan sosial, serta sejenisnya melalui blog dan situs desa, baliho, pamflet, buklet, dan lainnya. “Warga desa mesti dilibatkan,” ujar Suyoto dalam acara tersebut.

    Adapun Kabupaten Bojonegoro ditetapkan sebagai percontohan open government partnership (OPG), mengalahkan Provinsi DKI Jakarta dan Kota Banda Aceh, yang juga masuk nominasi pada awal April 2016. Bojonegoro jadi percontohan pemerintah daerah pertama di Asia yang sejajar dengan 15 kota besar di dunia yang ikut kontes dalam program ini, bersama Kota Seoul, Korea Selatan, dan Kota Tbilisi, Georgia.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.