Ini yang Akan Diincar Satgas Pungli Bentukan Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pramono Anung. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Pramono Anung. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Pungli) yang akan dibentuk Presiden Joko Widodo akan fokus pada dua hal, yakni penyelundupan dan mafia peradilan.

    Baca: Pembahasan RUU Pemilu Alot, DPR: Pemerintah Tak Serius

    Pramono berujar, tujuan utama Satgas Pungli adalah menekan biaya produksi. Selama ini, ucap dia, masyarakat atau pelaku ekonomi mengeluarkan biaya tinggi akibat adanya pungutan liar. "Ini jadi gerakan nasional dan dikoordinasikan langsung oleh Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla," tutur Pramono di kantornya, Rabu, 19 Oktober 2016.

    Baca: Pramono: Presiden Bentuk Satuan Tugas Sapu Bersih Pungli

    Menurut Pramono, nantinya Satgas Pungli akan diatur dalam peraturan presiden. Peraturan itu, ucap dia, akan segera diteken Jokowi. "Mengenai siapa dan bagaimana kerjanya nanti akan disampaikan," katanya.

    Baca: Susi Pudjiastuti Berkomitmen Berantas Pungli di Perikanan

    Presiden, ujar dia, sudah memberikan instruksi kepada Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan agar pemberantasan pungutan liar juga menyasar Kejaksaan Agung dan kepolisian. "Presiden sungguh-sungguh dengan tim ini," tutur Pramono.

    Baca: Setelah OTT di Kemenhub, Jokowi Bentuk Satgas Saber Pungli

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini yakin pemerintah tidak akan mengabaikan paket kebijakan hukum dengan hadirnya Satgas Pungli. Menurut Pramono, cakupan paket hukum lebih luas dan pemerintah ingin reformasi hukum bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

    ADITYA BUDIMAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.