Kecewa dengan Golkar, Gubernur Awang Faroek Pindah ke Nasdem

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Awang Faroek Ishak dan Mukmin Faisyal. ANTARA/Amirullah

    Awang Faroek Ishak dan Mukmin Faisyal. ANTARA/Amirullah

    TEMPO.CO, Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, merasa kecewa dan tidak nyaman di Partai Golkar, sehingga dia memutuskan pindah ke Partai Nasional Demokrat. Hal itu disampaikan Awang kepada media yang menemuinya di kantor gubernur di Samarinda, Rabu, 19 Oktober 2016.

    Awang menjelaskan, puncak kekecewaannya ketika dia hanya diposisikan sebagai sesepuh dalam struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kalimantan Timur periode 2016-2021 pimpinan Rita Widyasari. Menurut dia, posisi sebagai sesepuh adalah suatu pelecehan bagi dirinya yang sudah 40 tahun mengabdi dan membesarkan partai berlambang pohon beringin tersebut.

    "Bahkan, saya maju sebagai Gubernur Kaltim pada pilkada juga diusung Partai Golkar, tapi yang saya dapatkan justeru saya diposisikan sebagai sesepuh partai, yang notabene dalam struktur organisasi politik sebenarnya tidak pernah ada," katanya.

    Awang Faroek juga merasa posisi sesepuh partai sebagai upaya menyingkirkan dirinya dari Partai Golkar, sehingga niatnya untuk mundur atau keluar semakin bulat. Dalam waktu dekat, mantan Bupati Kutai Timur itu akan menyampaikan surat pengunduran diri secara resmi kepada DPP Partai Golkar.

    Beberapa waktu sebelumnya, Awang Faroek juga menyesalkan penyelenggaraan Musyawarah Daerah Partai Golkar di Jakarta, dengan alasan situasi Kaltim tidak kondusif. Hal tersebut, menurut Awang, bukan hanya mencoreng dirinya sebagai gubernur, namun institusi lainnya seperti Polda Kaltim dan Kodam VI Mulawarman juga ikut dipermalukan. "Golkar sudah tidak nyaman lagi buat Awang Faroek, karena saya melihat banyak hal yang menyimpang, termasuk di antaranya terkait pemindahan acara Musda di Jakarta," kata dia.

    Saat ini, Awang Faroek mengaku telah diberi posisi sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPW Partai Nasdem Kaltim, setelah beberapa waktu sebelumnya bertemu Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh. Ia berniat mengabdi dan bakal memberikan kontribusi tenaga serta pemikiran untuk membesarkan Partai Nasdem di Kaltim.

    Menurut Awang Faroek, Partai Nasdem bukan hal yang baru, karena justru dia termasuk inisiator lahirnya partai tersebut di Kaltim, dengan misi visinya mengusung gerakan perubahan. "Apalagi saya cukup dekat dengan Surya Paloh, karena dulu sama-sama sebagai kader Partai Golkar," katanya.

    Mengenai target politik, Awang Faroek menegaskan saat ini sudah tidak ada lagi jabatan politik yang ingin dicapainya. Ia hanya berharap masuknya sebagai kader Nasdem bisa membawa dampak positif bagi kemajuan partai tersebut ke depannya, terutama menghadapi Pilgub 2018 dan Pemilu 2019. "Saya ini masih punya banyak orang di belakang yang setia pada saya. Ibaratnya kalau bapaknya ke sini, maka secara otomatis anak-anaknya pasti akan ngikut," kata Awang Faroek yang mengisyaratkan bakal ada sejumlah kadernya yang bergabung di Partai Nasdem. *

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.