Nelayan Temukan Korban Speedboat Jailolo yang Terbakar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Speedbod Bintang Fajar Rute Jailolo-Ternate Terbakar, 15 Oktober 2016. Sebanyak 4 orang Tewas dan puluhan orang luka-luka. BPBD Maluku Utara

    Speedbod Bintang Fajar Rute Jailolo-Ternate Terbakar, 15 Oktober 2016. Sebanyak 4 orang Tewas dan puluhan orang luka-luka. BPBD Maluku Utara

    TEMPO.COManado - Korban yang hilang akibat kecelakaan speedboat rute Jailolo-Ternate yang terbakar pada Sabtu, 15 Oktober 2016, ditemukan. Korban hilang yang ditemukan merupakan penumpang dengan nama Junain yang berusia 7 tahun.

    Korban ditemukan pukul 05.45 WIT, 3,5 mil laut dari Pelabuhan Jailolo, oleh Samsudin Bajo, nelayan Desa Saria. 

    Ridwan Samad, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Maluku Utara, mengatakan korban ditemukan tersangkut rumpon ikan yang berada di perairan laut Jailolo. Kondisi tubuhnya masih utuh, lengkap dengan pakaian yang dia kenakan. “Saat ini korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Jailolo,” kata Ridwan saat dihubungi Tempo, Rabu, 19 Oktober.

    Sabtu, 15 Oktober, pukul 14.45 WIT, kapal cepat Bintang Fajar tujuan Ternate terbakar sesaat setelah berangkat dari Pelabuhan Jailolo, Halmahera Barat. Sedikitnya empat orang dinyatakan meninggal dan puluhan orang luka dalam insiden ini.

    BacaTikam Penduduk, 14 Remaja Anggota Geng Motor Bali Ditangkap

    Menurut Ridwan, dengan penemuan satu korban hilang ini, maka tinggal satu penumpang lagi yang masih dinyatakan hilang. Tim pencari memutuskan akan melakukan pencarian hingga ke perairan Ternate dan Tidore. 

    “Dan hari ini proses pencarian masih akan berlanjut hingga tiga hari ke depan. Tim pencari saat ini sedang berupaya melakukan pencarian satu korban hilang atas nama Aditia, 25 tahun,” ujar Ridwan.

    Danny Missy, Bupati Halmahera Barat, mengatakan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat akan memfasilitasi proses pencarian penumpang speedboat Bintang Fajar yang dinyatakan hilang. Pihaknya juga akan mengerahkan armada laut yang dimiliki untuk membantu proses pencarian. “Kami akan membantu dan terus mencari. Harapan kami, korban cepat ditemukan,” tutur Danny.

    BUDHY NURGIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.