Dukung Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul Mundur dari DPR  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi III DPR fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul memberikan keterangan terkait penonaktifan dirinya dari jabatan koordinator juru bicara Partai Demokrat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/8). Setelah dinonaktifkan dari jubir partai, Ruhut ditugaskan menjadi Koordinator bidang Polhukam, sementara Koordinator juru bicara dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota Komisi III DPR fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul memberikan keterangan terkait penonaktifan dirinya dari jabatan koordinator juru bicara Partai Demokrat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/8). Setelah dinonaktifkan dari jubir partai, Ruhut ditugaskan menjadi Koordinator bidang Polhukam, sementara Koordinator juru bicara dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, segera mengundurkan diri dari keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat. Hal itu sebagai bentuk dukungan penuhnya terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta inkumben, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, yang akan berlaga dalam pemilihan kepala daerah DKI 2017.

    "Karena mau fokus. Aku ibarat pepatah sudah mandi basah, tidak akan pernah setengah-setengah," ujar Ruhut saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 19 Oktober 2016.

    Ruhut sudah menyampaikan rencana tersebut kepada Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsudin. Pengunduran diri itu resminya dia lakukan saat masa reses DPR pada 28 Oktober mendatang.

    Ruhut menyatakan niat untuk fokus mendukung Ahok-Djarot tanpa terganggu masalah di partai politik. "Soal kenapa mundur, kalian tahu. Partai saya punya calon sendiri, dan saya punya Pak Ahok (Basuki)," tutur Ruhut.

    Ruhut menyebutkan Demokrat, termasuk Amir, kaget saat mendengar rencananya. "Siapa yang tak kaget? Soalnya aku masih tiga tahun menjabat."

    Tokoh yang terkenal dengan julukan raja minyak dari Medan ini menyatakan serius dengan niatnya memenangkan Ahok. "Setelah mundur, aku resmi mendampingi (Ahok-Djarot) sampai Februari 2017. Kan, selama ini, ada Sophia Latjuba" katanya sembari tertawa.

    Demokrat, ujar Ruhut, masih akan menjadi partai terakhir baginya. Namun dia tak menampik munculnya tawaran sejumlah partai lain yang hendak meminangnya sebagai anggota. "Aku tak enak bilang (nama) partainya, tapi ada tiga-lima partai (yang menawarkan), termasuk partai yang pernah membesarkan aku," ujar Ruhut.

    YOHANES PASKALIS 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.