Gubernur Ini Usul Pengedar Narkoba Ditembak, BNN Sepakat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi razia narkoba BNN. TEMPO/Fahmi Ali

    Ilustrasi razia narkoba BNN. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Palangka Raya - Kepala Badan Narkotika Nasional, Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso mendukung usulan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran agar menembak pengedar maupun bandar narkoba.

    Usulan tersebut tidak ada masalah karena masih dalam koridor penegakan hukum yang tegas dan diatur dalam undang-undang. "Penembakan terhadap pengedar maupun bandar narkoba memang ada urutan-uratannya, bahkan diatur dalam prosedur tetap (Protap) Polri. Jadi tidak apa-apa dan bagus saja usulan Gubernur Kalteng," kata Budi usai mengikuti deklarasi Gerakan Kalteng bersih dari Narkoba (Bersinar) di Palangka Raya, Selasa, 18 Oktober 2016.

    Budi mengatakan, pasokan narkoba ke Kalimantan Tengah berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat yang menjadi jalur dari pemasok luar negeri.  Karena itu wilayah tersebut bisa menjadi pusat peredaran narkoba dan perlu mendapat perhatian serius agar tidak semakin banyak pengguna maupun pecandunya.

    Budi mengatakan sekarang ini banyak investor melirik dan ingin berinvestasi di Kalimantan Tengah. Apabila investor banyak berinvestasi di provinsi ini, tentu berdampak juga pada bertambahnya orang yang datang untuk bekerja.

    "Para pekerja ini rawan menjadi konsumen para bandar maupun pengedar narkoba. Ini yang harus diantisipasi. Ditambah lagi sekarang ini ada 44 jenis baru narkotika, semakin membuat khawatir dan perlu diantisipasi," ujarnya.

    Berdasarkan data pengguna narkoba di Kalimantan Tengah pada 2014 yang mencapai 35.811 orang, maka peredaran narkotika jenis sabu-sabu per bulan diperkirakan mencapai 71,6 kilogram jika setiap orang per minggu menggunakan 0,5 gram.

    Gubernur Sugianto Sabran mengatakan jumlah pengguna tersebut tidak menutup kemungkinan mengalami perubahan dan bertambah banyak pada 2015 maupun 2016, sehingga perlu dilakukan gerakan bersama mencegah peredarannya.

    "Saya tidak terima masyarakat Kalimantan Tengah hancur karena narkoba. Siapapun yang terindikasi mengedarkan atau menjadi bandar narkoba, harus ditindak tegas tanpa kompromi. Apabila memungkinkan ditembak ditempat saja, biar memberikan efek jera terhadap pengguna lain," kata Sugianto.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.