Dalam Sebulan, Kalimantan Tengah Digelontor 71 kilogram Sabu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Palangkaraya - Peredaran narkotika jenis sabu-sabu per bulan di Provinsi Kalimantan Tengah diperkirakan mencapai 71,6 kilogram jika dilihat dari angka pengguna dpada 2014 yang mencapai 35.811 orang.

    Data pengguna tersebut bukan tidak menutup kemungkinan mengalami perubahan dan bertambah banyak di tahun 2015 maupun 2016, kata Gubernur Kalimamtang Tengah Sugianto Sabran saat mendeklarasikan gerakan Kalimantan Tengah bersih dari Narkoba (Bersinar) di Palangka Raya, Selasa, 18 Oktober 2016.

    "Kalimantan Tengah darurat Narkoba. Kenapa saya sejak dilantik langsung menyatakan perang terhadap Narkoba. Saya tidak rela masyarakat, khususnya generasi muda Kalimantan Tengahg hancur masa depannya karena narkoba," tegasnya.

    Orang nomor satu di provinsi berjuluk "Bumi Pancasila-Bumi Tambun Bungai" ini juga menyatakan akan memimpin sendiri gerakan Kalteng Bersinar. Bahkan, dia akan membentuk Gerakan Mencegah dan Memberantas Bahaya Narkoba atau Gertak Membahana untuk mewujudkan Kalteng Bersinar.

    BacaPolisi Jaring 67 Preman dan Penjudi di Depok

    Dia mengatakan, bagaimana bisa Kalteng Berkah (bermartabat, elok, religius, kaya, aman dan harmonis) dapat terwujud jika masyarakat provinsi ini masih banyak yang menggunakan dan kecanduan narkoba.

    "Saya tidak terima masyarakat saya hancur karena narkoba. Siapapun yang terindikasi mengedarkan atau menjadi bandar narkoba, harus ditindak tegas tanpa kompromi," ucap Sugianto.

    Mantan Anggota DPR RI periode 2009-2014 ini menilai penanggulangan masalah narkoba telah banyak dilakukan aparat kepolisian, TNI, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), Pemerintah Daerah maupun komponen masyarakat.

    SimakJalan di Tempat, Polisi Akui Kasus Akseyna Sulit Diungkap

    Hanya, dia melanjutkan, kegiatan penanggulangan tersebut masih cenderung bersifat sendiri-sendiri dan parsial, alhasil penindakannya tidak tuntas. Sementara sindikat peredaran narkobat sudah menggurita dari kota besar, kota kecil hingga pedesaan.

    "Gerakan Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar) yang sudah dilaksanan dari 21 Maret hingga 20 April 2016 ternyata efektif menekan peredaran narkoba di Kalteng. Kesuksesan itu harus terulang kembali di Gerakan Bersinar yang digagas hari ini," kata Sugianto.

    Gerakan Kalteng Bersinar yang diluncurkan tersebut turut dihadiri Kepala BNN RI Komjen Pol Budi Waseso, Kapolda Kalteng Brigjend Pol Fakhrizal, Bupati/Wakil Bupati dan unsur pejabat lainnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.