Jadi Saksi di PN Denpasar, Tamara Nyaris Menangis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Tamara Bleszynski (kedua dari kiri) berbincang dengan teman prianya Adrian T. King (kanan) saat diperiksa di Polsek Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, 25 April 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    Artis Tamara Bleszynski (kedua dari kiri) berbincang dengan teman prianya Adrian T. King (kanan) saat diperiksa di Polsek Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, 25 April 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar - Artis cantik Tamara Bleszynski nyaris menangis saat menjadi saksi dalam persidangan kasus penganiyaan terhadap dirinya, Selasa, 18 Oktober 2016. Khususnya saat hakim menanyakan, apa saja yang dilakukan terdakwa Wayan Sobrat.

    “Saya tidak kenal dia. Tapi dia terus menteror saya dan keluarga saya,” ujarnya dalam persidangan yang dipimpin hakim Nyoman Atmadja itu.

    Puncak teror itu adalah ketika ia bersama teman prianya Adrian sedang naik sepeda motor dari Canggu ke Krobokan pada 14 April 2015. Tiba-tiba Sobrat dengan seorang temanya mencegat Tamara dan kemudian menjambak rambutnya. “Sebelum aksi itu, dia berteriak bahwa saya punya karma di Bali,” ucap Tamara.

    BacaJembatan Ambruk, Penyeberangan di Lembongan Gunakan Jukung

    Dia mengatakan, tak tahu persis maksud Sobrat dengan menyebut karma. Dalam teror-teror sebelumnya, Sobrat juga menyebut bahwa Tamara adalah istrinya sejak 100 tahun yang lalu dan mestinya memberinya seorang anak.

    Perkenalan Tamara dengan Sobrat terjadi pada Agustus 2015 dalam sebuah pesta. Oleh temannya yang bernama Rina, Sobrat dikenalkan sebagai fans berat Tamara. Sejak itu, Sobrat sering membuntuti Tamara kemana pun dia pergi.

    Sampai suatu kali dia pernah mencegat Tamara dan Adrian disertai kata-kata kasar kepada keduanya. Peristiwa iu sempat dilaporkan Adrian kepada polisi namun terjadi perdamaian, Sobrat berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Namun, perjanjian itu diingkari Sobrat, bahkan melakukan penganiayaan.

    “Saya sampai memutuskan pindah ke Jakarta karena merasa tidak aman lagi di sini,” kata Tamara yang sebelum kejadian itu sudah 4 tahun tinggal di Bali bersama seorang anaknya.

    Menanggapi pernyataan Tamara, Sobrat membantah jika dituduh menjambak rambut Tamara. “Kalau yang lainnya, tidak saya bantah,” ujar Sobrat.

    Adapun pengacaranya Iswahyudi mempertanyakan pernyataan Tamara yang mengaku tidak pernah kenal dekat dengan Sobrat. Dia malah menunjukkan adanya pertemuan Tamara dengan Sobrat dalam suatu acara. Iswahyudi menanyakan, apakah sebagai seoang artis Tamara suka bermain watak dan Tamara pun membenarkannya.

    ROFIQI HASAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.