Pembicara Forum PBB, Risma Serukan Persamaan Gender  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini membacakan deklarasi di Konferensi UN Habitat di Quito, Equador, Minggu sore waktu setempat, 16 Oktober 2016.

    Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini membacakan deklarasi di Konferensi UN Habitat di Quito, Equador, Minggu sore waktu setempat, 16 Oktober 2016.

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Tri Rismaharini menyerukan persamaan gender saat menjadi pembicara dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa, yakni UN Habitat III, di Quito, Ekuador. Sebab, persamaan gender itu merupakan kunci sukses untuk mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. “Setiap wanita berhak menikmati pendidikan yang layak, mengekspresikan diri dalam budaya, serta berpartisipasi aktif dalam hal ekonomi dan politik secara setara dengan kaum pria,” kata Risma dalam rilis yang diterima Tempo, Senin, 17 Oktober 2016.

    Risma menyatakan persamaan gender merupakan fondasi pengembangan kota. Ia mendorong supaya lebih banyak lagi perempuan yang mengikuti pemilihan kepala daerah maupun menduduki posisi Dewan Perwakilan Rakyat.

    Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga mengapresiasi para kepala daerah wanita yang hadir dalam forum PBB itu, dari kepala daerah asal Eropa, Afrika, Amerika, Timur Tengah, dan Asia. “Para pemimpin wanita ini akan memberikan contoh positif bagi anak-anak perempuan di seluruh dunia, bahwa mereka memiliki hak untuk berhasil dan menjadi pemimpin,” kata dia.

    Risma menyampaikan terima kasih kepada para pemimpin pria yang selalu mendukung perjuangan kaum perempuan dalam persamaan gender. Dia menyebut pada zaman sekarang ini tidak ada lagi laki-laki yang lebih kuat, namun perempuan juga memiliki hak untuk berhasil dan menjadi pemimpin.

    Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat M. Fikser mengatakan Wali Kota Risma berangkat ke luar negeri sejak Selasa, 11 Oktober 2016, hingga 10 hari ke depan atau Jumat, 21 Oktober 2016. Selama masa ini, banyak surat permohonan menjadi pembicara yang masuk, namun Risma tidak bisa menghadirinya. “Tentu, tidak semua dapat diakomodasi karena pertimbangan ketersediaan waktu Bu Wali Kota di sana (Quito),” kata Fikser di ruangannya.

    Bahkan, tidak tertutup kemungkinan nantinya ada agenda pembicara dadakan yang secara spontan diketahui di sana. Namun Fikser memastikan, walaupun Risma mau menjadi pembicara dadakan itu, ia tidak akan melebihi jadwal kepulangan ke Kota Surabaya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.