Penyandang Disabilitas di Yogyakarta Dapat Jaminan Kesehatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Sumantri dengan menggunakan kursi roda dari Perhimpunan Penyandang Cacat Indonesia, saat mengikuti rapat paripurna, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (18/10). Rapat tersebut dengan agenda pengesahan RUU tentang Konvensi mengenai Hak-hak Penyandang Disabilitas. TEMPO/Imam Sukamto

    Ridwan Sumantri dengan menggunakan kursi roda dari Perhimpunan Penyandang Cacat Indonesia, saat mengikuti rapat paripurna, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (18/10). Rapat tersebut dengan agenda pengesahan RUU tentang Konvensi mengenai Hak-hak Penyandang Disabilitas. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COYogyakarta - Dinas Kesehatan Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta memberikan fasilitas kesehatan gratis kepada penyandang disabilitas melalui Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus).

    "Pemerintah daerah memfasilitasi para penyandang disabilitas yang tidak mampu agar mudah mengakses fasilitas kesehatan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta Pembajun Setyaning Astutie di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada, Senin, 17 Oktober 2016.

    Pada 2016, ditargetkan jumlah penyandang disabilitas yang terlindungi jaminan kesehatan sebanyak 1.500 orang dari jumlah penyandang disabilitas yang tidak mampu di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni sebanyak 28.750 orang. Penyelenggaraan fasilitas ini salah satunya berlangsung di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada.

    “Pasien disabilitas mendapat pelayanan cek kesehatan secara menyeluruh, kesehatan mata, ortopedi, THT, pemberian alat bantu, dan rehabilitasi sosiologi,” kata Pembajun.

    Baca juga: Sikap Orangtua Bila Anak Divonis Menyandang Disabilitas

    Pemeriksaan kesehatan dilakukan di Kabupaten Sleman, Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta. Tahun ini, pemeriksaan dengan layanan terpadu di rumah sakit itu berlangsung di wilayah Sleman. "Akan kami buat kartu identitas para penyandang disabilitas untuk mengakses fasilitas kesehatan secara cuma-cuma," tuturnya.

    Pembajun menambahkan, berdasarkan Peraturan Daerah DI Yogyakarta Nomor  4 Tahun 2012 dan Peraturan Gubernur Nomor  51 Tahun 2013, pemerintah menjamin pemenuhan hak penyandang disabilitas. Kartu identitas penyandang disabilitas akan diselesaikan dalam waktu dekat. "Tahun depan semoga selesai," ucapnya.

    Simak juga: Penyandang Disabilitas Mental Bisa Mendaftar Pemilu

    Wiyono, 63 tahun, warga Mlati, Sleman, merasa senang dengan pemberian fasilitas kesehatan cuma-cuma untuk orang sepertinya. Dia yang menderita kelumpuhan berencana memeriksakan tulang belakang. "Sudah lama tidak periksa tulang," katanya, yang duduk di kursi roda.

    Pemeriksaan bagi penyandang disabilitas di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada itu berlangsung selama dua hari, yakni pada Senin, 17 Oktober, dan Selasa, 18 Oktober 2016. Sekitar seratus penyandang disabilitas ikut dalam pemeriksaan kesehatan ini.

    MUH SYAIFULLAH 

    Baca juga: 
    Tolak Pleidoi Jessica, Jaksa: Pembunuhan Rapi dan Keji
    AC Milan Siap Boyong 2 Bintang Redup Liga Inggris
    Kesal dengan Ayu, Dewi Perssik Ancam Bongkar Shaheer Sheikh

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.