Di Forum PBB, Risma: Kita Butuh Lebih Banyak Pemimpin Wanita

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini membacakan deklarasi di Konferensi UN Habitat di Quito, Equador, Minggu sore waktu setempat, 16 Oktober 2016.

    Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini membacakan deklarasi di Konferensi UN Habitat di Quito, Equador, Minggu sore waktu setempat, 16 Oktober 2016.

    TEMPO.COJakarta – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membacakan deklarasi dalam acara Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Habitat (United Nation Habitat) di Quito, Ekuador, hari ini, Senin pagi, 17 Oktober, atau Minggu pagi waktu setempat. Acara bertema “Pembangunan Perumahan dan Tata Kota” itu diikuti 40 ribu orang, yang mewakili seluruh anggota PBB.

    Dalam deklarasinya, Risma mengatakan sudah saatnya anggota PBB mengambil langkah untuk berpartisipasi penuh, termasuk dilibatkannya perempuan dalam memperoleh hak yang sama dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan di setiap pemerintahan daerah. “Kesetaraan gender, pertama dan terutama merupakan hak asasi manusia dan keadilan sosial. Kesempatan perempuan untuk berpartisipasi seharusnya tidak boleh dibatasi hanya karena fakta bahwa mereka adalah wanita,” katanya.

    Menurut Risma, setiap perempuan harus mendapatkan hak, seperti pendidikan yang layak, berekspresi dalam budaya, serta berpartisipasi secara penuh dan aktif dalam bidang kehidupan ekonomi dan politik, setara dengan laki-laki. Risma menambahkan, adanya kesetaraan gender memberi kebaikan bagi semua lini kehidupan karena kesetaraan gender merupakan fondasi dari pembangunan berkelanjutan.

    "Para wanita dalam sistem demokrasi lokal memegang peran penting. Kita membutuhkan lebih banyak kandidat wanita dalam pemilu lokal dalam wilayah kita, lebih banyak wali kota dan gubernur wanita yang menjadi pemimpin kota dan wilayah. Kita juga membutuhkan lebih banyak pemimpin lokal yang dapat menjadi wakil dalam forum, seperti habitat III,” ucapnya.

    Selain Risma, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono hadir mewakili pemerintah Indonesia. Beberapa wali kota yang mewakili negara-negara anggota PBB juga ikut dalam membacakan deklarasi, seperti Wali Kota Istanbul, Dakar, Montreal, Barcelona, Pachincha, Teheran, Meksiko, dan Timphu.

    Sebelum acara konferensi puncak diadakan di Quito, acara pre-konferensi telah diadakan tiga kali. Adapun Kota Surabaya pernah menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan konferensi ini pada Juli lalu.

    DESTRIANITA

    Baca juga:
    Pemerintah Buru Pajak Artis di Media Sosial
    Pesawat Angkasa Eropa Akan Mendarat di Mars


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.