Sumsel Bakal Jadi Tuan Rumah Forum Restorasi Hutan Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kawasan hutan yang rusak di Lahat, Sumatera Selatan, 25 Februari 2015. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 30 persen hutan dan kawasan konservasi atau 10,5 juta hektare rusak karena perambahan, pembalakan liar, kebakaran, dan pembukaan lahan baru untuk perkebunan/pertambangan. ANTARA/Iggoy el Fitra

    Foto udara kawasan hutan yang rusak di Lahat, Sumatera Selatan, 25 Februari 2015. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 30 persen hutan dan kawasan konservasi atau 10,5 juta hektare rusak karena perambahan, pembalakan liar, kebakaran, dan pembukaan lahan baru untuk perkebunan/pertambangan. ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.COPalembang - Sumatera Selatan bakal menjadi penyelenggara Asia-Pacific High Level Meeting Bonn Challenge tentang restorasi hutan pada Februari 2017. "Forum tentang merestorasi hutan dunia ini digagas Kementerian Lingkungan Hidup Jerman," kata Staf Khusus Gubernur Sumatera Selatan Bidang Perubahan Iklim Najib Asmani, Minggu, 15 Oktober 2016.

    Penunjukan tersebut diputuskan setelah Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dua kali berbicara dalam forum itu, yaitu di Bonn dan Panama. Bonn Challenge adalah inisiatif global yang digagas pemerintah Jerman untuk melakukan penghijauan dan penataan hutan kembali.

    Najib mengklaim Sumatera Selatan telah menjadi model kemitraan restorasi lanskap berbasis hutan sebagai model internasional. Komitmen Sumatera Selatan sudah ditunjukkan dengan kehadiran Alex Nurdin pada forum Bonn Challenge yang berlangsung Maret 2015 di Bonn, Jerman, dan di Panama pada Agustus 2016.

    Bonn Challenge tentang restorasi hutan dunia di Sumatera Selatan rencananya dilakukan pada 6-8 Februari 2017. Kegiatan ini menitikberatkan untuk melihat kemajuan dan komitmen dalam program restorasi hutan dan lahan gambut di Sumatera Selatan. Selain itu, untuk melihat dukungan baru dari sejumlah pemangku kepentingan.

    Sebelumnya, Indonesia Country Director IDH The Sustainable Trade Initiative Fitrian Ardiansyah mengatakan, dalam kegiatan tersebut, akan ada pertemuan Gubernur se-Sumatera. Pertemuan ini untuk melihat apakah ada kesamaan tantangan dalam program restorasi dan perlindungan lingkungan di Sumatera.

    Pada hari kedua akan ada diskusi dengan negara lain. Hari ketiga rencananya dilakukan kunjungan lapangan. Sejauh ini ada enam opsi yang akan dikunjungi, tapi Fitrian masih belum dapat memastikan lokasinya. "Peserta akan diperlihatkan upaya kita dalam menjaga kelestarian hutan," kata Fitrian, mantan Direktur Program Iklim dan Energi WWF Indonesia.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.