Pilkada, Kapolda Jabar Ingatkan KPUD Jadi Wasit yang Baik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asisten Operasi Kapolri Irjen Pol Unggung Cahyono (kedua kanan) dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Bambang Waskito (kiri) meninjau kesiapan Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang digunakan untuk pembukaan PON XIX Jabar di Gedebage, Bandung, 16 September 2016. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Asisten Operasi Kapolri Irjen Pol Unggung Cahyono (kedua kanan) dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Bambang Waskito (kiri) meninjau kesiapan Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang digunakan untuk pembukaan PON XIX Jabar di Gedebage, Bandung, 16 September 2016. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Tasikmalaya - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Bambang Waskito mempimpin apel gelar pasukan Operasi Mantap Praja Galunggung 2017 di Lapangan Upacara Dadaha, Jumat 14 Oktober 2016. Dia menyampaikan sejumlah pesan kepada pihak keamanan, Komisi Pemilihan Umum Daerah, Panwaslu, pasangan calon, serta media massa. "Komisi Pemilihan Umum-Panwaslu harus netral. Harus jadi wasit yang baik dan netral," kata Bambang.

    Semua pasangan calon, lanjut dia, harus siap menang dan kalah. Calon harus melaksanakan kompetisi secara sehat sesuai koridor hukum dan etika. "Untuk media harus memberi iklim yang meneyejukkan, bukan memanaskan situasi," ujarnya.

    Menurut Bambang, keamanan ketertiban masyarakat akan stabil bila TNI-Polri netral, tidak memihak. Tugas aparat keamanan, kata dia, adalah menjaga kondusifitas. "Jaga fisik rekan-rekan, sebentar lagi masuk tahapan pilkada," ujar Bambang menghimbau aparat keamanan yang menghadiri apel.

    Dia menyampaikan, aparat keamanan harus memperhatikan setiap kerawanan-kerawanan selama pilkada agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata. Disinggung ihwal adanya ancaman khusus di Pilkada Kota Tasik, dia membantahnya.

    "Bukan gitu (Pilkada Kota Tasik rawan), namanya semua kegiatan operasi pasti ada penekanan-penekanan. Yang namanya pilkada masing-masing pasangan calon ada pendukungnya. Penekanan kami, pasangan calon dan tim bisa memberi arahan (kepada pendukung)," ujarnya.

    Jika ada sengketa hasil pilkada dan tindakan pidana lainnya, Bambang menegaskan, Polri harus bisa mengelolanya secara profesional dan akuntable. "Mudah-mudahan tidak ada konflik. Saya kira masyarakat sudah dewasa, KPU-Panwaslu jam terbangnya sudah tinggi. Ini demokrasi, harus siap menang, dan siap kalah," ujarnya.

    Sementara itu, sebanyak 3.843 personel akan menjaga keamanan Pilkada Kota Tasikmalaya. Dari jumlah tersebut, 904 pasukan dari Polres Tasikmalaya Kota, 905 pasukan bantuan dari polres di wilayah Priangan Timur, 120 personel Dalmas dan 130 Brimob Polda Jabar, 100 personel TNI, dan 2484 petugas Linmas. "Di Kota Tasikmalaya ada 1163 TPS," katanya.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.