Jonan Jadi Menteri, Kementerian ESDM Berbenah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar. FOTO/Istimewa

    Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar. FOTO/Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral langsung berbenah untuk menyambut menteri serta wakil menteri barunya, Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar. Para pegawai sibuk mempersiapkan acara serah-terima jabatan yang akan digelar hari ini, 14 Oktober 2016.

    Pantauan Tempo, sejumlah pegawai Kementerian ESDM mempersiapkan ruangan Sarulla di gedung Kementerian ESDM. Sejak pukul 13.30 WIB, petugas mulai membersihkan ruangan dan menata beberapa meja untuk acara serah-terima jabatan.

    Sejak 16 Agustus lalu, kursi Menteri ESDM dijabat pelaksana tugas, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut mengisi sementara kursi Menteri ESDM, pejabat sebelumnya, Archandra Tahar, dicopot Presiden Joko Widodo karena masalah dwi-kewarganegaraan.

    Presiden Joko Widodo melantik Jonan sebagai Menteri dan Arcandara sebagai Wakil Menteri ESDM di Istana Negara pada pukul 13.30 tadi. Jokowi melantik keduanya di bawah sumpah. Setelah resmi dilantik, para menteri Kabinet Kerja dan pimpinan lembaga mendatangi Jonan dan Arcandra dan memberi selamat untuk keduanya.

    Jonan pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan dalam Kabinet Kerja. Namun, ketika terjadi reshuffle kabinet pada 27 Juli lalu, Jonan diberhentikan sebagai Menteri Perhubungan dan digantikan Budi Karya Sumadi. Sebelum menjadi Menteri Perhubungan, Jonan pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia pada 2009-2014.

    HUSSEIN ABRI DONGORAN | FAJAR FEBRIANTO | ADITYA BUDIMAN | ANGELINA ANJAR

    Baca Juga:
    Jonas Jadi Menteri ESDM, Pengamat: Sosok yang Netral
    50 Hektare Gambut di Meranti, Riau, Kembali Terbakar
    36 Anggota Laporkan Ketua DPR Ade Komarudin ke MKD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.