Kapolri Tekankan Pentingnya Penanganan Kejahatan Antarnegara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaplori Jendral Tito Karnavian, memberikan keterangan pers terkait operasi tangkap tangan yang terjadi di Kementerian Perhubungan kemarin, di Polda Metro Jaya,  12 Oktober 2016. Tempo/Akhmad Mustaqim

    Kaplori Jendral Tito Karnavian, memberikan keterangan pers terkait operasi tangkap tangan yang terjadi di Kementerian Perhubungan kemarin, di Polda Metro Jaya, 12 Oktober 2016. Tempo/Akhmad Mustaqim

    TEMPO.COJakarta - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menekankan pentingnya penanganan tindak kejahatan transnasional dengan melibatkan negara-negara pada tingkat Asia Tenggara (ASEAN). "Penting penguatan kerja sama untuk menangani gangguan keamanan dan tindak kejahatan di kawasan Asia Tenggara," kata Tito Karnavian melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 14 Oktober 2016.

    Tito menyampaikan hal itu setelah menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Royal Thai Police ke-102 di Bangkok, Thailand, pada Rabu kemarin. Selain Tito, hadir kepala kepolisian Filipina dan kepala kepolisian Brunei Darussalam serta delegasi kepolisian negara lain di kawasan Asia Tenggara.

    Pada era globalisasi, Tito menyebutkan, penanganan kejahatan dan gangguan keamanan membutuhkan kerja sama antarnegara di suatu kawasan karena perkembangan modus operandi dan pergerakan jaringan pelaku yang semakin maju. Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) itu menuturkan keberadaan "ASEANAPOL" sebagai organisasi perkumpulan sepuluh kepala kepolisian ASEAN dapat dioptimalkan untuk memperkuat dan bertukar informasi terkait dengan potensi gangguan keamanan yang melintasi antarnegara.

    Tito juga mengingatkan para kepala kepolisian di Asia Tenggara untuk menghadiri Sidang Umum Interpol ke-85 di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, pada 7-10 November 2016. "Agenda merupakan kesempatan emas untuk membangun kekuatan bersama seluruh kepolisian dunia dalam mengatasi kejahatan yang perkembangannya demikian pesat secara khusus," ujar mantan Kapolda Metro Jaya itu.

    Pada kesempatan itu, Tito juga menyempatkan bertemu Kepala Kepolisian Filipina Komisioner Roland Della Rosa untuk membicarakan penanganan masalah keamanan di daerah perbatasan Indonesia dan Filipina. Tito mengungkapkan rencana untuk berkunjung ke Filipina guna menindaklanjuti kerja sama penanganan aksi kejahatan di dua negara tersebut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.