Songsong PON XX/2020 Papua, Biak Dijadikan Destinasi Wisata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Air terjun Wasfarak di Distrik Biak Utara, Pulau Biak, Biak Numfor, Papua, 16 November 2015. Kontur tanah yang berupa karang, membuat masyarakat setempat sulit untuk bercocok tanam. Sehingga mayoritas menggantungkan hidupnya dari laut dengan menjadi nelayan. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Air terjun Wasfarak di Distrik Biak Utara, Pulau Biak, Biak Numfor, Papua, 16 November 2015. Kontur tanah yang berupa karang, membuat masyarakat setempat sulit untuk bercocok tanam. Sehingga mayoritas menggantungkan hidupnya dari laut dengan menjadi nelayan. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jayapura - Pemerintah Provinsi Papua akan menjadikan Kabupaten Biak Numfor sebagai destinasi wisata baru di Bumi Cenderawasih menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/ 2020.

    Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Yoseph Matutina, di Jayapura, Kamis, 13 Oktober 2016, mengatakan selain Biak Numfor, beberapa kabupaten lain juga akan disiapkan seperti Kabupaten Jayawijaya khususnya Wamena dan Supiori.

    "Untuk Wamena selama ini banyak masyarakat sudah mengetahui sebagai destinasi wisata, tinggal dimatangkan lagi," katanya.

    Menurut Yoseph, ke depannya, tempat-tempat yang menjadi cluster PON 2020 dan memiliki fasilitas-fasilitas wisata akan dibenahi oleh pihaknya.

    "Sementara itu untuk Biak dan Supiori, Gubernur Papua Lukas Enembe telah memasukkan kedua kabupaten ini ke dalam program Gerbang Mas Hasrat Papua," ujarnya.

    Dia menjelaskan nantinya kedua daerah ini juga akan dijadikan sebagai tempat pengembangan wisata yang memiliki fasilitas memadai.

    "Sedangkan untuk kunjungan wisata ke Papua masih didominasi oleh wisatawan lokal, pasalnya, jika ingin menarik wisatawan asing datang ke Bumi Cenderawasih, maka perlu dilakukan promosi secara gencar di luar negeri," katanya lagi.

    Dia menambahkan dalam waktu dekat akan melakukan promosi dengan lebih gencar lagi, sehingga bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat luar datang ke Papua.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.