Cuaca Buruk, Nelayan Bengkulu Tidak Melaut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nelayan di Pantai Pasar Bengkulu. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Nelayan di Pantai Pasar Bengkulu. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Bengkulu - Sejumlah nelayan di Kelurahan Teluk Sepang, Kota Bengkulu, menunda melaut akibat cuaca buruk yang melanda perairan setempat.

    "Hujan badai yang diakibatkan angin barat daya membahayakan kapal bahkan nyawa nelayan," kata Ketua Kerukunan Nelayan Sepang Serumpun, Kota Bengkulu Lovie Antoni di Bengkulu, Kamis, 13 Oktober 2016.

    Ia mengatakan cuaca buruk di perairan Bengkulu sudah berlangsung selama dua pekan terakhir dengan ketinggian ombak mencapai tiga hingga empat meter.

    Kondisi cuaca buruk tersebut diperkirakan terjadi hingga Desember mendatang.

    "Banyak nelayan saat ini 'gigit jari' karena cuaca tidak bisa diprediksi. Sehari bagus lalu besoknya badai lagi," ucapnya.

    Selama musim badai tersebut, sebagian nelayan menyiasati aktivitas melaut selama beberapa jam saat cuaca baik.

    Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bengkulu merilis peringatan dini gelombang tinggi perairan Bengkulu mencapai tiga meter.

    "Cuaca buruk di perairan Bengkulu bisa membahayakan aktivitas para nelayan," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Bengkulu Sudiyanto.

    BMKG juga merilis potensi hujan lebat disertai petir yang melanda seluruh wilayah Bengkulu yang dapat mengakibatkan bencana longsor, banjir, dan luapan air sungai.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.