Mentan Targetkan Cetak 75 Ribu Hektare Sawah Baru di Kalimantan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hamparan sawah menguning saat panen padi di daerah terdampak genangan Waduk Jatigede, Desa Cibogo, Darmaraja, Sumedang, Jawa Barat, 7 Agustus 2015. Kemarau panjang akibat dampak El Nino diprediksikan bakal mempengaruhi stok beras di masa paceklik di awal tahun depan. Idealnya Bulog memiliki stok 2,5 juta ton beras pada akhir tahun. TEMPO/Prima Mulia

    Hamparan sawah menguning saat panen padi di daerah terdampak genangan Waduk Jatigede, Desa Cibogo, Darmaraja, Sumedang, Jawa Barat, 7 Agustus 2015. Kemarau panjang akibat dampak El Nino diprediksikan bakal mempengaruhi stok beras di masa paceklik di awal tahun depan. Idealnya Bulog memiliki stok 2,5 juta ton beras pada akhir tahun. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBalikpapan - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan mencetak 75 ribu hektare area persawahan baru di Kalimantan. Area persawahan ini merupakan komitmen setiap provinsi guna mewujudkan lumbung pangan di Kalimantan.

    “Masing-masing provinsi sudah menyampaikan usul pencetakan sawah baru berikut kebutuhan infrastruktur,” katanya saat kunjungan kerja di Balikpapan, Rabu, 12 Oktober 2016.

    Amran mengatakan seluruh provinsi di Kalimantan memang memberikan respons positif agenda Kementerian Pertanian dalam menjadikan swasembada pangan di wilayahnya. Mereka menyertakan perencanaan infrastruktur, seperti pengadaan embung, dam parit, long storage, pipanisasi, pompanisasi, serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) dan sumur dangkal yang totalnya senilai Rp 2,28 triliun.

    Pencetakan area persawahan baru, kata Amran, dipusatkan di wilayah Kalimantan Barat (50 ribu hektare) dan Kalimantan Tengah (21.550 hektare). Sisanya seluas 4.145 hektare dibagi di wilayah timur, selatan, dan utara.

    Baca: Sri Mulyani Siapkan Dua Strategi Penarik Dana Investor  

    Pembukaan area persawahan baru ini nantinya juga diiringi penyertaan bibit padi, jagung, kedelai, dan alsintan pra/pasca panen senilai Rp 10,9 triliun di Kalimantan. Kementerian Pertanian berkomitmen mencukupi kebutuhan sesuai permintaan pemerintah kota/kabupaten.

    “Namun saya juga menuntut hasil. Kalau tidak ada progres, selamat tinggal tahun depan. Kami evaluasi lagi saat sudah ada kepala daerah pengganti Anda,” ujar Amran.

    Amran juga menuntut peningkatan produktivitas masa tanam petani Kalimantan ditingkatkan menjadi tiga kali dalam setahun. Saat ini masa tanam petani Kalimantan hanya sekali dalam setahun. “Sekarang produksi beras hanya 15 juta ton. Kalau 2-3 kali masa tanam bisa menghasilkan setidaknya 30 juta ton, selesai sudah di Kalimantan, inflasi rendah dan kemiskinan menurun."

    Kementerian Pertanian sudah bersinergi dengan Kementerian Kehutanan dalam pembukaan area persawahan baru di seluruh Indonesia. Amran menargetkan pembukaan 2 juta hektare area persawahan baru di seluruh Indonesia.

    Simak: Ini Alasan Jokowi Diincar Museum Madame Tussauds

    Amran sudah menyusun roadmap pengembangan komoditas pangan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada 2045. Secara bertahap, Indonesia akan menjadi lumbung pangan industri padi, bawang merah, cabai, jagung, gula, kedelai, gula industri, daging sapi, dan bawang putih.

    Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar, mengatakan wilayahnya menjadi salah satu penghasil padi bagi masyarakat. Petani mampu memperoleh pendapatan sebesar Rp 10 juta per hektare dalam sekali masa panen. 

    “Pendapatan petani di Penajam cukup lumayan sekali panen,” tutur Yusran. Ia  berharap masa panen hasil pangan padi, jagung, dan kedelai bisa meningkat menjadi tiga kali dalam setahun.

    S.G. WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.