Banjir di Pangandaran, PLN Maraton Perbaiki Listrik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga melewati jalan alternatif jembatan bekas jalur kereta api peninggalan Belanda untuk menghindari jembatan Ciputrapinggan yang nyaris roboh di Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, 11 Oktober 2016. Kementrian PU akan mengirimkan jembatan Bailey untuk digunakan sementara. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Sejumlah warga melewati jalan alternatif jembatan bekas jalur kereta api peninggalan Belanda untuk menghindari jembatan Ciputrapinggan yang nyaris roboh di Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, 11 Oktober 2016. Kementrian PU akan mengirimkan jembatan Bailey untuk digunakan sementara. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Deputi Manajer Komunikasi PT PLN Distribusi Jawa Barat Suargina mengatakan saat ini tinggal 350 pelanggan yang masih mengalami pemadaman listrik pasca-banjir bandang yang melanda sejumlah lokasi di Pangadaran. “Awalnya, pelanggan yang listriknya padam, 3.729 pelanggan,” kata dia, Rabu, 12 Oktober 2016.

    Suargina mengatakan ribuan pelanggan yang mengalami pemadaman listrik itu tersebar di empat kecamatan. “Sampai hari ini, masih terdapat 4 gardu yang belum normal atau sekitar 350 pelanggan masih mengalami padam total dari total 49 gardu yang padam saat banjir,” paparnya.

    Menurut Suargina, saat banjir bandang di Pangadaran, puluhan gardu listrik rusak yang tersebar, di antaranya di Kecamatan Kalipucang 33 gardu, Kecamatan Padaherang 12 gardu, Kecamatan Cigugur 4 gardu. Banjir juga merobohkan 7 tiang tegangan menengah 20 kilovolt ampere dan satu unit trafo 25 kilovolt ampere.

    Suargina mengatakan perbaikan masih terus dikerjakan oleh 50 petugas PLN Pangandaran. “Target penyelesaian perbaikan diharapkan dalam dua hari ke depan diselesaikan,” kata dia.

    Menurut Suargina, pengerjaan perbaikan infrastruktur listrik masih terkendala akses jalan yang terputus. “Kendala yang kami hadapi adalah ada daerah yang terisolir dan tidak dapat dilalui karena jalan masih tertimbun longsor, dan hal itu menghambat percepatan perbaikan jaringan listrik yang rusak,” ujar dia.

    Bencana banjir bandang Pangandaran itu juga mengakibatkan jembatan Putrapinggan yang menghubungkan Desa Putrapinggan di Kecamatan Kalipucang dengan Desa Babakan di Kecamatan Pangandaran putus Minggu malam, 9 Oktober 2016. Pemerintah provinsi menyiapkan jembatan sementara untuk mengganti jembatan putus di jalur utama Banar-Pangandaran.

    Dalam rilis pemerintah Provinsi Jawa Barat, Wakil Gubernur Deddy Mizwar mengatakan jembatan yang dibangun pada 1978 itu turun karena pondasinya tergerus arus deras Sungai Ciputrapinggan di bawahnya. “Kita harus antisipasi dengan jembatan bailey. Dan harus di kiri-kanan jembatan putus ini dibangunnya supaya arus barang tidak terganggu,” kata dia di sela kunjungannya di lokasi jembatan putus itu, Rabu, 12 Oktober 2016.

    Deddy menuturkan pembangunan jembatan bailey pengganti jembatan Putrapinggan itu diperkirakan memakan waktu 2 pekan. Dia meminta pembangunan jembatan dilakukan secepatnya.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.